Total makanan yang telah dilakukan uji sampel dari lima lokasi tersebut sebanyak 148 item. Dari kesemua jajanan yang diperiksa itu, kami belum menemukan zat berbahaya yang digunakan di dalam pembuatan bahan makanan takjil tersebut
Bandarlampung (ANTARA) - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandarlampung menyebutkan lima lokasi pasar takjil yang telah dilakukan uji sampel makanan relatif aman dikonsumsi karena tidak mengandung bahan berbahaya.

"Untuk pengawasan takjil, kami sudah memeriksa di lima titik lokasi. Pertama di UMKM Bung Karno, lalu pasar takjil di Jalan dr. Susilo, di Pasar Panjang, Pasar Cimeng, dan Pasar Punggur," kata Kepala BBPOM di Bandar Lampung Ani Fatimah Isfarjanti, di Bandarlampung, Selasa.

Dari lima lokasi pasar takjil yang telah dilakukan uji sampel, kata dia, makanan dan minuman di sana aman dari bahan-bahan kimia berbahaya seperti boraks, formalin, dan lainnya.

"Total makanan yang telah dilakukan uji sampel dari lima lokasi tersebut sebanyak 148 item. Dari kesemua jajanan yang diperiksa itu, kami belum menemukan zat berbahaya yang digunakan di dalam pembuatan bahan makanan takjil tersebut," katanya. 

Baca juga: BPOM di Palu: Kenali ciri-ciri takjil mengandung bahan berbahaya

Apabila BBPOM menemukan makanan atau takjil yang mengandung bahan berbahaya, lanjutnya, maka para pedagang akan diedukasi dan diberi pembinaan.

"Pembinaan dan edukasi, nanti kami berikan kepada pedagang yang ditemui pakai zat berbahaya dalam dagangannya agar mereka tak menjual dan memakai zat itu lagi," kata Ani.

Ani pun menegaskan bahwa pemeriksaan takjil ini akan dilakukan selama bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah/2024 secara bertahap guna menjamin keamanan dan kesehatan konsumen dalam berbelanja takjil.

"Tentu kami berharap kondisi aman ini juga tetap terjaga hingga Idul Fitri. Tidak ada lagi takjil yang mengandung bahan berbahaya," ucapnya.

Baca juga: BPOM: 1,1 persen dari sampel takjil mengandung bahan berbahaya
 

Pewarta: Dian Hadiyatna
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2024