Kapal yang tidak memenuhi standar akan kami tahan dan tidak diizinkan beroperasi
Samarinda, Kaltim (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Kalimantan Timur, melakukan pemeriksaan menyeluruh (ramp check) terhadap kapal-kapal yang beroperasi di Dermaga Sungai Kunjang dalam rangka persiapan arus mudik Lebaran 2024.

"Pemeriksaan ini merupakan bagian dari persiapan angkutan Lebaran, memastikan keselamatan dan kelayakan kapal untuk mengangkut penumpang dan barang," kata Kepala Dinas Perhubungan Hotmarulitua Manalu di Samarinda, Kaltim, Rabu.

Pihaknya memulai pemeriksaan dari jaket keselamatan untuk memastikan bahwa jumlah dan kualitasnya memenuhi standar yang ditetapkan. Selanjutnya, Dishub Samarinda juga mengecek kondisi pelampung alat pengamanan kapal dan mesin kapal.

"Kerja sama dengan Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) juga dilakukan untuk memperkuat fungsi keselamatan pelayaran," ungkap Manalu.

Dalam pemeriksaan tersebut, difokuskan pada dua kapal yakni KM Barokah 08 dan KM Berkah 59.

"Jika kami menemukan jaket keselamatan yang rusak, kami akan meminta pemilik kapal untuk segera menggantinya. Kapal yang tidak memenuhi standar akan kami tahan dan tidak diizinkan beroperasi," tegasnya.

Menurut regulasi keselamatan pelayaran, jumlah jaket keselamatan harus 125 persen dari kapasitas penumpang.

Misalnya, jika kapasitas kapal adalah 100 orang, maka harus tersedia 125 jaket keselamatan.

"Langkah ini untuk menghindari kepanikan dan memastikan keselamatan semua penumpang jika terjadi musibah," jelas Manalu.

Kapal kayu masih menjadi pilihan utama masyarakat Kaltim, terutama untuk wilayah hulu Sungai Mahakam.

"Setiap tahun, jumlah penumpang dan barang yang dikirim selalu meningkat menjelang Lebaran dan Natal," tambahnya.

Dengan pemeriksaan itu, Dishub Samarinda berharap dapat menjamin perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat selama Lebaran 2024.
 
Kapal sungai masih diminati warga Kaltim untuk mudik Ramadhan. (ANTARA/Ahmad Rifandi)
Salah satu penumpang, Anti mengatakan bahwa pilihan pulang kampung ke Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, melalui kapal rute Samarinda-Melak memang rutin dilakukannya setiap tahun saat Ramadhan.

"Saya bekerja di Muara Pahu. Setiap tahun saya silaturahim ke kediaman orang tua di Samarinda. Kadang jalur darat, tapi lebih sering menggunakan kapal, karena lebih murah dan santai," ucapnya.

Terpantau, penumpang dan barang pada kapal sungai rute Samarinda-Melak, Kutai Barat berjumlah 57 orang, 40 ton barang, dan sembilan sepeda motor.

Sedangkan, kapal sungai rute Samarinda-Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu memuat 35 penumpang, 25 ton barang, dan lima sepeda motor.

Menurut Kepala Dermaga Sungai Kunjang Samarinda Melina, kondisi muatan kapal penumpang dan barang pada awal Ramadhan tak jauh berbeda dengan hari biasa.

Kapal yang berangkat setiap pukul 07.00 Wita tersebut akan mengalami peningkatan penumpang secara signifikan dimulai seminggu sebelum Idul Fitri.

Baca juga: Pelabuhan Samarinda berangkatkan 8.434 penumpang
Baca juga: Kapal Mahulu-Samarinda dipenuhi pemudik

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2024