Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, menargetkan meraih Adipura Kencana dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) setelah meraih Adipura dua kali berturut-turut pada 2023 dan 2024.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di Kota Bogor, Rabu, mengatakan Anugerah Adipura ini merupakan penghargaan kedua pada masa kepemimpinannya.

Menurutnya, prestasi ini tak lepas dari sinergi Pemkot Bogor bersama komunitas, warga, TNI-Polri, Forkopimda, sekolah-sekolah, kampus, pengusaha dan warga Kota Bogor.

Bima Arya mengatakan piala ini dibawa pawai dan arak-arakan pada Selasa (5/3/2024) untuk mengedukasi warga yang sebelumnya tidak tahu apa itu Anugerah Piala Adipura menjadi tahu, serta menjadi semakin bangga atas kebersihan Kota Bogor.

“Jadi itu target kita melakukan pawai. Memberikan inspirasi, edukasi dan menyemangati. Saya titip Adipura ini jangan pergi lagi dan kita targetkan Adipura Kencana,” ucapnya.

Piala Adipura ini diserahkan Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LHK), Alue Dohong, kepada Bima di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Selasa (5/3/2024).

Wali Kota Bogor Bima Arya membawa Piala Adipura menggunakan KRL dari Stasiun Duren Kalibata menuju Stasiun Bogor. Sesampai di Kota Bogor, Bima Arya bersama Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto membawa Piala Adipura keliling Kota Bogor. (ANTARA/Diskominfo Kota Bogor)
Kemudian Bima Arya membawa Piala Adipura ini menggunakan moda transportasi massal, kereta rel listrik (KRL) dari Stasiun Duren Kalibata menuju Stasiun Bogor.

Bima Arya mengenakan kaos hitam bertuliskan Adipura Meunang Deui (Adipura Dapat Lagi), mendapat sambutan hangat dari ratusan warga dan petugas kebersihan yang telah menunggunya di Alun-Alun Kota Bogor.

Setelah memberi sambutan di Alun-Alun, Bima Arya bersama Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor naik kendaraan bak terbuka untuk melakukan pawai dan menunjukkan piala ini ke warga Kota Bogor.

“Sengaja kami melakukan pawai. Ini bukan hanya selebrasi. Tapi ini adalah juga edukasi sosialisasi kepada semua untuk memberikan semangat agar terus menjaga kebersihan kota,” ucap Bima Arya.

Wali Kota Bogor Bima Arya membawa Piala Adipura menggunakan KRL dari Stasiun Duren Kalibata menuju Stasiun Bogor. Sesampai di Kota Bogor, Bima Arya bersama Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto membawa Piala Adipura keliling Kota Bogor. (ANTARA/Diskominfo Kota Bogor)
Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan, Anugerah Adipura merupakan penghargaan kepada kota di Indonesia yang berhasil dalam hal kebersihan, serta pengelolaan dalam lingkungan perkotaan untuk tujuan kepemimpinan dan komitmen pemerintahan kabupaten/kota.

Di samping itu, lanjut dia, kota yang meraih Anugerah Adipura juga membangun partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat untuk berperan menyelaraskan pertumbuhan ekonomi hijau, fungsi sosial, dan fungsi ekologis dalam pembangunan dengan menerapkan prinsip tata pemerintahan yang baik, untuk mencapai kota berkelanjutan.

Siti Nurbaya menjelaskan, proses penilaian Adipura dilakukan dengan berbasis sistem dan data, yang mewajibkan daerah untuk menyampaikan data pengelolaan sampah melalui sistem informasi pengelolaan sampah nasional.

Entitas yang dinilai dari kabupaten/kota, kata Siti Nurbaya, dibagi lima tingkatan klasifikasi berdasarkan perumusan dokumen kebijakan, dan strategi daerah dalam pengelolaan sampah.

Sehingga, menurutnya daerah yang berhak mendapatkan insentif berupa penghargaan Adipura, ditentukan dengan hasil penilaian yang komprehensif dari data capaian kinerja pengelolaan sampah.

“Penilaian itu juga dihasilkan melalui pemantauan fisik kota dan penilaian kinerja di bidang pengelolaan sampah. Penilaian kondisi operasional dari TPA serta pembuatan inovasi yang dilaksanakan daerah dalam mewujudkan kota yang bersih teduh dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pewarta: Shabrina Zakaria
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2024