baik parkir dan tempat shalat sudah kita antisipasi jika sampai membludak
Denpasar (ANTARA) - Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali M. Safaruddin menyatakan sudah menyiapkan lokasi shalat  Ied  yang diperkirakan jemaah membludak karena berpotensi jatuhnya Idul Fitri 1445 Hijriah yang ditetapkan Muhammadiyah sama dengan keputusan pemerintah.

“Memang kemungkinan besar akan bersamaan antara Muhammadiyah dan Pemerintah pada Idul Fitri tahun ini, namun tetap kita tunggu hasil sidang isbat nantinya, dan untuk lokasi tetap sudah kita siapkan,” kata dia di Denpasar, Minggu.

Safaruddin menyebut lokasi yang disiapkan Muhammadiyah Bali diantaranya di Denpasar yaitu Gedung Dakwah PWM Bali, Mushalla Ahmad Dahlan, Lapangan Niti Mandala Renon, dan Lapangan Stadion Ngurah Rai.

Selain Denpasar, juga disiapkan titik Shalat Ied di Tabanan yaitu Lapangan Alit Saputra dan Mushala Sridatul Muntaha, kemudian Kabupaten Badung di Lapangan Politeknik Negeri Bali.

Selanjutnya di Buleleng yaitu di area parkir bekas Pelabuhan Buleleng dan Gedung Dakwah PCM Gerokgak, serta di Jembrana di Masjid An Nur Muhammadiyah, dan Masjid Ash-shidiqiyah Sang Surya Gilimanuk.

“Jika berbarengan kita siapkan sedemikian rupa, baik parkir dan tempat shalat sudah kita antisipasi jika sampai membludak. Sebelumnya juga pernah dan sering kok bersamaan,” ujarnya.

Baca juga: MUI Bali petakan 39 lokasi shalat Idul Adha di Denpasar
Baca juga: Akademisi serukan Green Idul Fitri, tak pakai koran saat Shalat Ied


Safaruddin memetakan apabila Shalat Idul Fitri berlangsung bersamaan pada Rabu, 10 April 2024 maka titik paling padat adalah Lapangan Niti Mandala Renon dan Stadion Ngurah Rai dengan kapasitas mencapai 1.000 orang.

Pada titik-titik tersebut, Muhammadiyah Bali sudah berkoordinasi dengan petugas keamanan agar membantu memperlancar kegiatan, termasuk meminta bantuan pecalang atau polisi adat Bali.

“Di setiap titik atau tempat Shalat Idul Fitri sudah kami siapkan tenaga keamanan, baik dari kami dan keamanan dari pecalang, termasuk kami sudah berkoordinasi dengan kepala lingkungan setempat, sehingga semua bisa terlibat dan saling bersinergi,” ujarnya.

Nantinya meskipun hasil Sidang Isbat menyebut 1 Syawal 1445 Hijriah berbeda dengan Muhammadiyah, Safaruddin menyebut mereka tetap mengikuti arahan pimpinan pusat Muhammadiyah.

“Kami mengimbau seluruh warga Muhammadiyah untuk bisa melaksanakan Shalat Idul Fitri yang jatuh pada hari Rabu, 10 April dengan tertib, kita tunjukkan semangat penuh persaudaraan, sehingga shalat bisa terlaksana dengan hikmah, tertib, dan lancar,” katanya.

Baca juga: Sidang isbat penetapan Idul Fitri digelar 9 April 2024
Baca juga: Cholil Nafis nilai Sidang Isbat penting untuk beri kepastian waktu
Baca juga: Muhammadiyah Lampung: Perbedaan 1 Syawal di Indonesia bukan hal baru

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2024