Namun sampai kloter terakhir ada enam orang calon haji yang batal berangkat
Medan (ANTARA) - Sebanyak 8.618 calon haji Embarkasi Medan asal Provinsi Sumatera Utara sudah diberangkatkan ke Tanah Suci menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

"Namun sampai kloter terakhir ada enam orang calon haji yang batal berangkat, sementara yang berangkat sebanyak 8.618 orang," kata Ketua Panitia Penyelenggara Haji Indonesia Embarkasi Medan Ahmad Qosbi, di Medan, Senin.

Pihaknya menyebutkan semula total sebanyak 8.624 calon haji Embarkasi Medan, termasuk 296 kuota tambahan dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara tergabung dalam 25 kloter.

"Sampai kloter terakhir pagi tadi ada enam calon haji yang batal berangkat menunaikan ibadah haji. Dari enam orang tersebut, dua di antaranya sedang hamil dan empat karena sakit," kata dia.

Ahmad juga merinci, bahwa dua calon haji batal berangkat ke Tanah Suci karena hamil, yakni kloter 15 dari Kabupaten Mandailing Natal, dan kloter 24 dari Kota Medan.

Baca juga: PPIH Medan: Dua calon haji Sumut meninggal jelang puncak haji
Baca juga: 113 calon haji kloter 25 Embarkasi Medan ditempatkan di Rea Bakhsy


Sedangkan empat calhaj mengalami sakit, yaitu kloter 16 dari Kabupaten Sedang Bedagai, kloter 19 dari Kabupaten Simalungun, kloter 21 dan 24 masing-masing dari Kota Medan.

Ia menyatakan, keenam calon haji yang mengalami pembatalan keberangkatan musim haji tahun ini akan diprioritaskan untuk diberangkatkan tahun depan.

Pihaknya menjelaskan bagi jamaah calon haji yang mengalami pembatalan keberangkatan tidak dapat digantikan oleh anggota keluarga lainnya, karena singkatnya waktu peralihan.

Data PPIH Embarkasi Medan menyebut 113 calon haji kloter 25 diterbangkan bersama 93 calon haji kloter 19 Embarkasi Banjarmasin dengan menumpangi pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Kualanamu, Senin (10/6) pukul 11.13 WIB.

"Jadi di bawah kloter 20, kita masih bisa menyiapkan cadangan. Kita punya cadangan 700 orang. Namun, jika sudah di atas kloter 20, pembatalan dilakukan karena pengurusan visa dan lainnya sulit," jelas Ahmad.

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2024