Roma (ANTARA News) - Perdana Menteri Italia Enrico Letta akan mengundurkan diri pada Jumat, di tengah krisis politik di negaranya.

Pesaing Letta, pemimpin sayap kiri Italia Matteo Renzi yang berusia 39 tahun, diperkirakan akan memenangi persaingan untuk menggantikan dia.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Letta pada Kamis (13/2) menyatakan dia akan mengajukan permohonan pengunduran diri kepada Presiden Giorgio Napolitani usai sidang kabinet terakhir, setelah menjabat selama kurang dari setahun.

Sidang kabinet dimulai pada pukul 10.30 waktu GMT.

Letta memutuskan untuk mundur setelah Partai Demokratik, partai terbesar dalam koalisi yang berkuasa, mendukung seruan Renzi untuk membentuk pemerintahan yang lebih ambisius guna menarik Italia dari kemerosotan ekonomi.

"Italia tidak bisa hidup dalam ketidakpastian dan ketidakstabilan. Kita berada di persimpangan," kata Renzi dalam pertemuan pemimpin Partai Demokratik seperti dikutip kantor berita Reuters.

Drama di Roma ini merupakan akhir dari perseteruan selama berminggu-minggu antara Letta dan Renzi -- pemimpin ambisius yang baru terpilih dari Partai Demokratik berhaluan tengah-kiri, yang menyerukan perubahan dalam pemerintahan.

(Uu.M007)

Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2014