Credit Union bantu kembangkan usaha di Bantul

Credit Union bantu kembangkan usaha di Bantul

Kantor Credit Union (CU) Tyas Manunggal di Desa Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta. (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)

Bantul (ANTARA News) - Keberadaan Credit Union (CU) atau koperasi simpan pinjam ternyata memberikan manfaat bagi pengembangan usaha masyarakat khususnya di perdesaan.

Salah satunya masyarakat desa di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Cornelia Ari Kristarini (36), pemilik usaha "Lele Bumbon Laristooo, menyatakan hal itu Selasa.

Warga Desa Krekah, Gilangharjo ini mengaku semenjak bergabung menjadi anggota CU Tyas Manunggal (CUTM) dirinya mudah mendapatkan modal usaha.

"Saya pinjam uang Rp 60 juta dari koperasi, bisa diangsur sampai tiga tahun. Sekarang masuk tahun pertama," ujarnya saat ditemui di Desa Krekah, Gilangharjo.

Ririn (panggilan akrab Cornelia) yang bergabung menjadi anggota CUTM sejak 2010 ini mengaku semula ia hanya memiliki satu buah kolam dengan ukuran 3x6 meter.

Namun, semenjak mendapatkan modal dari CUTM, kini ia memiliki tujuh buah kolam lele berukuran 3x6 meter yang masing-masing berisi 10--20 ribu ekor lele.

Keuntungan yang ia peroleh pun bertambah. Semula hanya Rp200 ribu per seribu ekor lele, kini menjadi sekitar Rp 370 ribu per seribu ekor.

Anggota CUTM lainnya, Cicilia Suryaniwati (47) mengatakan manfaat keberadaan CUTM bagi usahanya ialah kemudahan mendapatkan bahan baku.

Ibu rumah tangga yang memproduksi tempe organik ini mendapatkan bahan baku berupa kedelai organik dari sesama anggota CUTM. Dalam sehari, ia mengaku dapat memproduksi lima kilogram tempe organik. Tempe hasil produksinya, ia pasarkan sendiri di warung-warung sekitar desanya.

Sementara itu, ketua CUTM, Hery Astono mengakui keberadaan CUTM memang bertujuan memberi manfaat bagi anggota, terutama soal modal dan bahan baku usaha (khusus pertanian, peternakan lele dan burung puyuh).

"Kami cukup bangga dengan kekuatan yang ada dari segi bahan baku dan modal, mampu menghidupkan perekonomian perdesaan.Bagi anggota, dampaknya perekonomian tumbuh sekitar 50 persen," ujarnya.

Menurut Hery, usaha masyarakat desa sebagian besar tidak berkembang karena umumnya dilakukan secara individual. Melalui CUTM ini, usaha masyarakat diupayakan berkelanjutan. CU yang berdiri sejak 2005 ini, telah memiliki anggota sebanyak 1300 orang yang berasal dari 35 desa di Kabupaten Bantul.(*)

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2014

‘Pemburu Swab’ razia warga Surabaya setelah libur panjang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar