Busana berwarna terang bukan lagi pantangan untuk si gemuk

Busana berwarna terang bukan lagi pantangan untuk si gemuk

Busana berwarna terang yang ditampilkan merek X to X Plus Size dalam JFFF 2014,(31/5). (ANTARA News/ Lia Wanadriani Santosa)

Mungkin dalam hal proporsi, panjang pendek rok, kemudian bentuk tubuh itu kan berbeda-beda, ada yang punya paha besar, betis kecil, nah ada yang perutnya buncit, panggul yang besar. Sebetulnya ini jadi PR (pekerjaan rumah)..."
Jakarta (ANTARA News) - Jika biasanya busana berwarna terang menjadi pantangan bagi perempuan bertubuh gemuk, kini pakem itu telah didobrak oleh salah satu merek busana, X to X Size Plus.

Dalam peragaan busana tunggal di panggung Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2014, fashion line khusus untuk perempuan bertubuh gemuk ini, menampilkan sekitar 54 set busana dengan polesan warna-warna terang seperti hijau, ungu, merah, biru, jingga, hot pink, krem dan navy blue dengan sentuhan temaram.

"Busana ini berkesan vibrant, modern, penuh warna. Terinspirasi dari gaya wanita metropolitan yang aktif beraktivitas pagi hingga malam," ujar founder X to X Plus Size, Yuky Stephanie, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu malam.

Yuky mengatakan, koleksi busana yang ditampilkan malam ini menggunakan berbagai jenis berbeda, mulai dari bodycon, jersey, denim, chambray-twill dan cotton polyster. Bahan-bahan ini hadir dalam bentuk dress, blus, jaket denim, legging, hotpants bahan leather, hingga atasanya.

"Pemilihan bahan agak kritis, dia (bahan) harus strech tapi enggak boleh terlalu tipis agar tidak sobek, tapi kalau terlalu tebal nanti tidak bisa menyerap keringat, paling bagus pakai jersey," katanya.

Kemudian, lanjut Yuky, pihaknya kali ini lebih berani bermain cutting, variasi cut-out, potongan off shoulder, bawahan asimetris, hingga aplikasi material brukat hitam. Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, perancang busana Indonesia, Musa Widiatmodjo, menilai fesyen atau mode tidak selalu diidentikan dengan perempuan kurus.

Perempuan bertubuh gemuk saat ini dapat berpenampilan menarik. Hanya saja, menurutnya, sebaiknya para perancang busana khusus perempuan bertubuh gemuk memperhatikan proporsi, yakni kesesuaian ukuran busana dengan tubuh pengguna.

"Mungkin dalam hal proporsi, panjang pendek rok, kemudian bentuk tubuh itu kan berbeda-beda, ada yang punya paha besar, betis kecil, nah ada yang perutnya buncit, panggul yang besar. Sebetulnya ini jadi PR (pekerjaan rumah), kira- kira bagaimana membuat satu desain yang cocok untuk semua orang," papar Musa.(*)

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar