Baghdad (ANTARA News) - Satu ledakan bom mobil di pasar yang sibuk menewaskan sembilan orang dan melukai 27 orang lagi di suatu daerah campuran di Baghdad, Senin, kata beberapa sumber keamanan dan medis, di tengah bentrokan antar-aliran yang terus berkecamuk. Ledakan tersebut terjadi di satu pasar di jalanan di daerah Shaab di ibukota Irak itu, tempat warga Sunni dan Syiah masih hidup berdampingan kendati pertumpahan darah di antara kedua aliran tersebut telah berlangsung selama delapan bulan, kata sumber itu. Pejabat Irak dan PBB memperkirakan 100 orang tewas setiap hari dalam konflik antar-aliran di negeri tersebut dan aksi perlawanan guna menentang pemerintah dukungan AS di Baghdad. Sebelumnya Organisasi Konferensi Islam (OKI) menyatakan organissi 57 negara itu menaja gagasan tokoh Syiah dan Sunni Irak untuk menghentikan pertumpahan darah yang meningkat antara pengikut kedua aliran itu. Prakarsa tersebut, yang disebut "Dokumen Makkah", akan dibicarakan pada pertemuan dua hari di kota suci umat Muslim 19-20 Oktober, kata Sekretariat OKI di kota di bagian barat Arab Saudi itu Ahad. "OKI merasakan pentingnya untuk melancarkan prakarsa yang ditujukan untuk menghentikan hasutan ... dan pertumpahan darah umat Muslim di Irak," demikian antara lain suatu pernyataan OKI. "Dokumen itu akan melancarkan seruan kepada seluruh rakyat Irak, mengemukakan kepada mereka sikap Islam mengenai pertumpahan darah Muslim dan meminta mereka untuk menghormati ajaran Islam." Usul itu dirancang pada pertemuan dua hari yang ditutup di Jeddah, Ahad. Sesjen OKI Ekmeleddin Ihsanoglu memimpin pertemuan yang dihadiri oleh empat ulama Irak dari kedua aliran Islam itu. Pada Juli, OKI mengumumkan telah membentuk komite khusus setingkat menteri untuk menindak-lanjuti perkembangan di Irak. Ahad malam, beberapa pria bersenjata dengan mengenakan seragam polisi membunuh saudara kandung Wakil Presiden Irak Tareq al Hashemi, dari kelompok Sunni, di Baghdad utara, kata polisi dan anggota Partai Islam Sunni, Senin. Amer al Hashemi, seorang mayor jenderal Angkatan Darat Irak, berada di rumah di Sulaikh ketika pria-pria bersenjata menyerbu masuk ke rumah itu dan membunuh dia, demikian AFP.(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2006