Benghazi, Libya (ANTARA News) - Pemerintah Libya yang diakui dunia internasional, Sabtu (Minggu WIB) meminta bantuan pihak luar dalam memerangi kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan mengingatkan bahwa kelompok teroris yang telah menguasai bandara di wilayah pantai itu bisa membahayakan terminal minyak.

Pemerintah yang bermarkas di timur Libya, dalam pernyataan resmi di Facebook mengimbau dunia internasional agar memasok senjata untuk mencegah usaha ISIS menguasai ladang minyak yang akan dijadikan sebagai sumber untuk mendanai kegiatan.

"Pemerintah melakukan apa pun untuk merebut kembali kota Sirte dan bandara dari tangan teroris," demikian pernyataan pemerintah Libya.

ISIS menguasai bandara Sirte - kota asal mantan pemimpin Moamer Khadafi- setelah pasukan saingan pemerintah yang bermarkas di Tripoli, mundur sejak Kamis lalu.

Pejabat pemerintah di Tripoli mengatakan, ISIS telah bergabung dengan pendukung Khadafi untuk merebut Sirte, wilayah kaya minyak.

Pemerintah Libya yang diakui dunia internasional telah mengimbau PBB sejak Februari lalu agar mencabut embargo senjata, sebagai upaya untuk memerangi ISIS.

Pasukan ISIS mengambil keuntungan dari kekacauan di Libya sejak tersingkirnya Khadafi pada 2011.

Uu.A032


Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2015