Baghdad (ANTARA News) - Tentara Irak didukung milisi Syiah melancarkan operasi militer pada Senin untuk merebut kembali provinsi terbesar di negara itu, Anbar, dari kelompok IS, kata pernyataan militer di televisi Irak.

Pengumuman tentang serangan itu datang dua bulan setelah petempur IS merebut ibu kota Anbar, Ramadi, sehingga memperluas kendali mereka atas provinsi Sunni di barat Bagdad tersebut.

"Pada pukul 05.00 pagi ini, gerakan untuk membebaskan Anbar diluncurkan," kata pernyataan komando militer seperti dibacakan di televisi negara,

Serangan itu dilakukan tentara, terutama milisi Syiah, yang juga dikenal sebagai satuan Hashid Shaabi, pasukan khusus, polisi, dan pejuang setempat dari suku Sunni.

Pernyataan itu tidak memberikan rincian lain, namun perwira militer dan komandan Hashid Shaabi mengatakan target awal adalah kota Falluja yang berada sekitar 50 kilometer (30 mil) barat Baghdad.

Hadi al-Ameri, komandan pasukan Syiah terbesar dari Organisasi Badr mengatakan kepada televisi Irak pada Minggu (12/7) bahwa ia berharap serangan utama di Falluja berlangsung setelah libur Idul Fitri yang jatuh akhir pekan ini.

Warga di Falluja dan Ramadi melaporkan terjadi pemboman berat dari kedua kota tersebut pada Senin pagi.

Sumber keamanan mengatakan pemberontak IS juga menembakkan roket dan meluncurkan beberapa bom kendaraan terhadap posisi militer, demikian laporan Reuters.
(Uu.B020)

Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2015