Polisi temukan 20 detonator pascaledakan di Perumahan Puri Pattene

Polisi temukan 20 detonator pascaledakan di Perumahan Puri Pattene

Ilustrasi. Petugas dan anjing pelacak mencari detonator di depan lokasi ledakan bom di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (24/2). Bom yang diletakkan di depan kantor koran Graha Pena Radar Sulteng dan meledak sekitar pukul 04.00 WITA itu tidak menimbulkan korban jiwa namun membuat panik warga sekitarnya. Kepolisian setempat menyebutkan, aksi pengeboman itu adalah bentuk teror dan masih menyisir lokasi untuk mengidentifikasi jenis bom yang digunakan. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Teman-teman anggota masih melakukan penyelidikan. Belum diketahui pasti apa penyebab ledakan. Kita tidak mau berandai-andai, nanti ada hasil dari Labfor baru diketahui apa yang menjadi penyebab ledakan itu."
Makassar (ANTARA News) - Tim Indonesia Automatic Finger System (Inafis) Mabes Polri bersama tim Gegana Brimob Polda Sulawesi Selatan menemukan 20 detonator dari rumah yang meledak di Perumahan Puri Pattene Blok C nomor 10, Biringkanaya, Makassar.

"Detonator itu ditemukan anggota saat sedang dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Detonator itu untuk sementara diamankan guna proses penyelidikan lebih lanjut," ujar Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Frans Barung Mangera di Makassar, Senin.

Puluhan detonator itu kemudian dibawa oleh tim Inafis ke Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Makassar untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut.

Detonator yang ditemukan oleh polisi itu juga diperlihatkan langsung ke Kapolda Sulselbar Irjen Pol Anton Setiadji yang melakukan pemantauan bersama Wakapolda Brigjen Pol Ike Edwin.

Keduanya datang tidak bersamaan, namun keduanya langsung memerintahkan anak buahnya itu menuntaskan insiden ledakan yang menelan korban jiwa serta luka-luka itu.

Pantauan kedua petinggi Polri di Sulselbar itu belum juga memberikan keterangan apa-apa dan berdasarkan pantauan masih berada dalam lokasi kejadian.

Antara lokasi kejadian dengan garis polisi yang dipasang oleh aparat kepolisian itu berjarak 100 meter persegi. Warga setempat yang mengetahui kejadian itu masih juga memadatinya.

Dalam insiden itu, dua korban yang diketahui yakni Hj Ramlah (55) dan Sania (35) serta Fadli yang luka di bagian kaki terkena serpihan batu saat ledakan terjadi.

Para korban yang sudah diidentifikasi itu kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Polisi serta anggota TNI masih berjaga di lokasi kejadian.

Kombes Frans Mangera mengaku jika pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai ledakan itu. Pihaknya juga tidak ingin berspekulasi dalam ledakan.

"Teman-teman anggota masih melakukan penyelidikan. Belum diketahui pasti apa penyebab ledakan. Kita tidak mau berandai-andai, nanti ada hasil dari Labfor baru diketahui apa yang menjadi penyebab ledakan itu," katanya.

Berdasarkan informasi di sekitar lokasi kejadian, ledakan diduga berasal dari tabung kompor gas. Sedangkan sesaat setelah ledakan, warga mencium bau mesiu.

Sebelumnya, kedatangan Presiden Joko Widodo menyerahkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di desa Pattene, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros.

Lokasi penyerahan sejumlah kartu sakti Presiden Jokowi ini tidak jauh dari lokasi kejadian, meskipun tidak dalam satu kota karena lokasi keduanya berbatasan antara Makassar-Maros.

Pewarta: Muh Hasanuddin
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Rumah sakit di Beirut dalam kekacauan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar