Kota Guatemala (ANTARA News) - Otto Perez mengundurkan diri sebagai presiden Guatemala dan dipenjarakan pada Kamis (Jumat WIB) akibat skandal korupsi yang menimbulkan krisis di negara itu hanya beberapa hari sebelum pemilihan presiden.

Dalam sebuah sidang darurat, Kongres menyetujui pengunduran diri Perez, pensiunan jendral itu.

Mantan Wakil Presiden Alejandro Maldonado kemudian dilantik sebagai presiden menggantikan Perez pada sisa masa jabatannya.

Puluhan ribu demonstran membanjiri jalan-jalan ibukota dan kota-kota lainnya dalam beberapa pekan terakhir, menuntut Perez untuk mundur atas tuduhan terlibat dalam sebuah kasus korupsi bea cukai.

Pesta perayaan menyambut mundurnya Perez terjadi di ibukota pada Kamis, ketika seluruh negara tersebut bersiap untuk melaksanakan pemilihan presiden dan kongres pada Minggu.

"Saya akan menghormati proses hukum yang berjalan dan siap menghadapinya," ujar Perez kepada wartawan setelah sidang pengadilan dan sebelum dikawal menuju penjara.

Dalam surat pengunduran dirinya, yang diserahkan kepada Kongres, Perez mengatakan ia akan menghadapi dakwaan terhadap dirinya "dengan sepenuh hati."

Jaksa menuduh dia terlibat dalam penipuan cukai yang dikenal dengan julukan "La Linea" (The Line ), mengacu pada hotline telepon yang digunakan oleh importir untuk menghindari membayar bea masuk dengan membayar suap.

Mengenakan pakaian setelan gelap, Perez duduk di ruang sidang sementara jaksa menunjukkan bukti rekaman telepon yang diduga melibatkan dirinya dalam skandal tersebut.

Jaksa mengatakan tuduhan yang diajukan terhadap Perez adalah kasus suap dan pelanggaran bea masuk.

Juru bicara Gedung Putih mengatakan menghormati keputusan Perez untuk mengundurkan diri, dan menambahkan bahwa pihaknya akan siap untuk bekerjasama dengan Maldonado dalam peran barunya sebagai presiden.

Perez terpilih pada akhir 2011 setelah berjanji untuk memerangi kejahatan dan korupsi. Di bawah konstitusi Guatemala, ia tidak bisa dipilih lagi dalam pemilihan presiden hari Minggu mendatang.

Dia sebelumnya menolak seruan untuk mengundurkan diri tapi ruang geraknya semakin sempit Rabu ketika parlemen mencabut hak kekebalan hukumnya dari penuntutan dan hakim mengeluarkan perintah penahanan terhadap dirinya.

Jaksa Agung Thelma Albania mengatakan bahwa Perez juga diselidiki atas tuduhan pencucian uang yang bisa menyebabkan pembekuan kekayaan yang dia miliki.

Pemerintahan Perez yang konservatif pada tahun ini banyak menghadapi tuduhan korupsi,dan ia memecat beberapa menterinya pada Mei lalu.

Mantan Wakil Presiden Roxana Baldetti mengundurkan diri setelah dikaitkan dengan kasus "La Linea. "Dia membantah melakukan kesalahan tapi ditangkap atas tuduhan yang sama sebagaimana halnya kasus Perez sekarang.

Lebih dari 20 pejabat lainnya, termasuk kepala Bank Sentral juga telah ditangkap atas tuduhan penipuan, meskipun belum jelas berapa lumpah uang digelapkan.

Jaksa dan badan anti korupsi yang didukung penuh PBB, dikenal sebagai CICIG, berbalik menentang Perez setelah beberapa bulan melakukan investigasi dan temuan berdasarkan hasil 89.000 telepon panggilan, hampir 6.000 email dan 17 penggerebekan.

Investigasi anti-korupsi juga telah memeriksa pemimpin partai oposisi Lider, Manuel Baldizon yang memimpin jajak pendapat.

Pada saat jajak pendapat yang dipublikasikan pada hari Kamis menunjukkan penantang independen Jimmy Morales, seorang aktor, juga siap maju sebagai calon presiden.

Jika tidak ada calon yang menang lebih dari 50 persen suara pada pemilihan Minggu, maka dua calon teratas akan berhadapan pada pemilihan putaran kedua, 25 Oktober.

Presiden berikutnya akan resmi menjabat pada Januari 2016.

(Uu.Ferry/A032/
(T.a032/A/a032/a032)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2015