Gagal manfaatkan penalti, Chelsea ditahan imbang Liverpool 1-1

Gagal manfaatkan penalti, Chelsea ditahan imbang Liverpool 1-1

Selebrasi gelandang Liverpool, Georginio Wijnaldum, selepas mencetak gol ke gawang Chelsea dalam laga lanjutan Liga Utama Inggris di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Rabu (1/2/2017) WIB. (twitter.com/premierleague)

Liverpool, Inggris (ANTARA News) - Laga pekan ke-23 Liga Utama Inggris antara Liverpool menjamu Chelsea berakhir imbang 1-1 di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Rabu dini hari WIB.

Kegagalan penyerang Chelsea, Diego Costa, mengeksekusi tendangan penalti pada menit 76 membuat timnya setidaknya kehilangan dua poin tambahan yang seharusnya bisa dikantongi dengan mudah.

David Luiz menjadi pencetak gol Chelsea di laga tersebut, sementara Liverpool membalas lewat Georginio Wijnaldum.

Hasil itu membuat kedua tim berbagi satu poin tambahan dan posisi mereka di klasemen sejauh ini tak berubah, Chelsea tetap di puncak dengan koleksi 56 poin dan Liverpool (46) di urutan keempat.

Statistik pertandingan mencatat Liverpool lebih dominan dalam penguasaan bola, memiliki 62 persen di antaranya, namun secara agresivitas serangan Chelsea lebih unggul dengan delapan percobaan tembakan dibandingkan tujuh kali milik tuan rumah.

Liverpool lebih dulu mengancam gawang Chelsea saat pertandingan baru berjalan 12 menit saat Wijnaldum melepaskan tendangan jarak jauh yang dihalau penjaga gawang Thibaut Courtois dengan kepalan tinjunya.

Lantas pada menit 24, Adam Lallana didakwa wasit Mark Clattenburg melakukan pelanggaran terhadap Eden Hazard di beberapa meter dari kotak penalti.

Luiz sukses membuka keunggulan Chelsea dengan sebuah eksekusi tendangan bebas nan cerdik, memanfaatkan ketidaksiapan para pemain Liverpool mengantisipasi situasi bola mati tersebut, terutama penjaga gawang Simon Mignolet yang terlihat masih berjalan santai siap mengambil kuda-kuda usai mengatur barisan pagar hidup.

Luiz menyerobot Willian yang berdiri di hadapan bola hanya beberapa saat setelah peluit aba-aba Clattenburg berbunyi dan bola tendangan bebasnya sempat membentur tiang kanan gawang sebelum meluncur deras tak terbendung Mignolet yang hanya bereaksi dengan protes tunggal tendangan tersebut.

Sejak tertinggal satu gol, tim besutan Jurgen Klopp seperti ayam tanpa kepala, banyak mengendalikan bola tapi kesulitan membangun serangan berbahaya.

Memasuki babak kedua, Liverpool disajikan peluang emas di hadapan gawang dalam sebuah skema serangan yang lebih efektif namun Roberto Firmino terlalu tergesa-gesa mengambil keputusan sehingga bola tendangannya bukan mengarah ke gawang, melainkan melambung jauh terbang tinggi.

Momentum Liverpool dicoba dirusak oleh Victor Moses, namun kali ini bola tendangan mantan pemain yang sempat dipinjamkan dari Chelsea ke Liverpool beberapa musim lalu itu hanya mengarah ke wilayah luar tiang dekat.

Namun Liverpool yang memang tampil lebih efektif di babak kedua akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit 57, saat umpan silang Jordan Henderson ke area tiang jauh diteruskan dengan sundulan James Milner ke hadapan gawang. Bola sundulan Milner berusaha dihalau Moses menggunakan kepalanya, namun hal itu justru membuat si kulit bundar mengarah ke Wijnaldum yang dengan dingin menyamakan kedudukan 1-1 bagi tuan rumah.

Publik Anfield lantas menyambut kembalinya salah satu punggawa kesayangan mereka musim ini, Sadio Mane, yang "dipaksa" Klopp tampil lebih cepat setelah pulang dari kiprahnya di Piala Afrika bersama tim nasional Senegal yang tersingkir. Mane masuk pada menit 75 menggantikan Philippe Coutinho.

Akan tetapi sambutan bagi Mane tidak sekadar itu, Dejan Lovren punya cara lain yakni menodai penampilan solidnya dengan kesalahan umpan di area sendiri yang memberikan kesempatan Diego Costa merangsek ke dalam kotak penalti.

Joel Matip berusaha membayang-bayangi Costa, namun ia terkecoh satu langkah dan terpaksa menjulurkan kakinya yang dengan cerdik diantisipasi Costa untuk mendapatkan posisi dilanggar dan Clattenburg, laiknya dakwaan yang dijatuhkannya kepada Lallana di babak pertama, tanpa ragu-ragu memberi hadiah bola mati kepada Chelsea. Kali ini dari titik putih.

Costa menghadapi sendiri tendangan penalti yang susah payah didapatkannya itu, namun eksekusinya terlalu lemah dan dekat dengan badan Mignolet yang bereaksi tepat demi menggagalkan Chelsea merebut kembali keunggulan pada menit 76.

Sebaliknya, Firmino kembali mendapatkan peluang emas dengan disuapi umpan silang nan matang dari Mane pada menit 90+1, namun ketimbang mengarahkan bola sundulannya ke sudut-sudut sulit ia malah "menyerahkannya" ke pelukan Courtois, sehingga pertandingan tetap berakhir dengan skor 1-1.

Bagi Liverpool, hasil itu cukup positif mengingat yang mereka hadapi adalah pemuncak klasemen sementara sekaligus penantang gelar juara terfavorit saat ini. Terlebih mereka mengakhiri rentetan kekalahan di tiga laga sebelumnya di seluruh kompetisi, yang setidaknya membuat mereka tersingkir dari Piala Liga dan Piala FA.

Susunan pemain kedua tim seturut laman resmi Liga Utama Inggris:

Liverpool (4-3-3): Simon Mignolet (PG); Nathaniel Clyne, Joel Matip, Dejan Lovren, James Milner; Emre Can, Jordan Henderson, Georginio Wijnaldum; Adam Lallana (Divock Origi), Roberto Firmino, Philippe Coutinho (Sadio Mane)
Pelatih: Juergen Klopp

Chelsea (3-4-3): Thibaut Courtois (PG); Cesar Azpilicueta, David Luiz, Gary Cahill; Victor Moses, N'Golo Kante, Nemanja Matic, Marcos Alonso; Willian (Cesc Fabregas), Diego Costa (Michy Batshuayi), Eden Hazard (Pedro Rodriguez)
Pelatih: Antonio Conte

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Direksi TVRI patahkan alasan Dewas pecat Helmy soal tayangan asing

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar