counter

Sosok penyiar yang jadi sorotan dalam siaran berita nuklir Korea Utara

Sosok penyiar yang jadi sorotan dalam siaran berita nuklir Korea Utara

Gambar penyiar televisi pemerintah Korea Utara KCTV, Ri Chun Hee, yang diambil dari video siaran berita uji coba bom yang ditayangkan NBC. (KCTV/NBC)

Seoul (ANTARA News) - Mengenakan busana tradisional Korea berwarna pink, dengan senyum lebar penyiar televisi Ri Chun Hee penuh semangat menyampaikan berita-berita mengenai uji nuklir keenam Pyongyang.

Menggunakan cara penyampaian bombastis yang menjadi ciri khasnya, Ri mengumumkan di televisi negara Korea Utara pada Minggu bahwa uji bom hidrogen "sukses sempurna!" dan merupakan langkah kunci dalam "menyempurnakan kekuatan nuklir negara."

Nenek berusia 74 tahun itu dianggap sebagai pahlawan nasional yang pertama mengudara pada 1971, meninggalkan karir akting untuk menjadi penyiar Korean Central Television (KCTV)

Gaya dramatis Ri yang berkobar-kobar membedakan dia dengan penyiar-penyiar lain, apakah ketika mengutuk Barat dengan kemarahan atau membanggakan pencapaian-pencapaian rezim dan kekuatan pemimpinnya.

"Dia orang yang sempurna untuk menyuarakan sikap keras Korea Utara," kata Ahn Chan-il, pembelot peringkat tinggi Korea Utara yang sekarang tinggal di Korea Selatan.

"Tidak ada orang lain yang punya kekuatan dalam suaranya seperti dia.  Tepat untuk bicara mengenai senjata nuklir atau rudal," kata Ahn.

Ri, yang biasanya mengenakan busana tradisional Korea yang disebut hanbok, juga punya sisi lebih lembut.

Dia menangis saat siaran ketika mengumumkan kematian pendiri Korea Utara Kim Il Sung pada 1994.

Ketika putra Kim Il Sung, Kim Jong Il, meninggal dunia tahun 2011, Ri yang berbalut busana pemakaman hitam Ri menyampaikan wartanya dengan suara bergetar.

Meski sudah resmi pensiun tahun 2012, Ri kembali bertugas untuk pengumuman-pengumuman besar.

Siaran Minggu menggarisbawahi umur panjangnya ketika pemimpin yang sekarang, Kim Jong-un, membersihkan partai dan militer dari era ayahnya.

Di luar Korea Utara, "the pink lady" merupakan wajah familiar rezim dalam ketegangan terkini mengenai program-program senjata Pyongyang.

"Saya tahu bahwa kalau terjadi sesuatu, dia akan bicara," kata warga Tokyo, Masashi Sakota.

Matt Walker, seorang manajer kredit di Sydney, mengatakan Ri "sangat ekspresif dan penuh semangat" dalam siaran-siaran berita yang dia lihat pekan ini.

"Saya tidak tahu bagaimana kau bisa sangat bersemangat mengenai bom yang akan meledak. Kelihatannya sangat aneh saja," katanya.

Dalam wawancara langka tahun 2012 dengan televisi pemerintah China, CCTV, Ri mengatakan bahwa dia ingin membantu melatih generasi muda penyiar Korea Utara yang katanya lebih muda dan lebih cocok untuk pemirsa televisi sekarang.

Dia mengatakan bahwa dia menyimpan sisi lebih lembutnya untuk publik Korea Utara.

"Ketika kita membaca untuk rakyat DPRK, kau seharusnya tidak berteriak tapi bicara dengan lembut kepada pemirsa," kata Ri sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

Penerjemah:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar