UID-UNSDSN Award: Penghargaan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

UID-UNSDSN Award: Penghargaan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

UID-UN SDSN Award---Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua kiri), Manager for SDSN Elena Crete (ketiga kiri), Ketua Yayasan Upaya Indonesia Damai (UID) Mari Elka Pangestu (keempat kiri) dan Direktur PT Gajah Tunggal Tbk Catharina Widjaja(ketiga kanan), bersama perwakilan pemenang UID-UN SDSN AwardSyawaludin (tengah) dari Bintang Sejahtera Waste Management, pada acara penyerahan UID-UN SDSN Award, di Yogjakarta, Rabu (1/11). Program pemberdayaan masyarakat dalam bidang sampah yang dikelola Bintang Sejahtera keluar sebagai pemenang dan menerima uang tunai Rp 300 juta dari sponsor PT Gajah Tunggal Tbk, perusahaan manufaktur ban karet terbesar di Indonesia yang banyak terlibat dalam program kewirausahaan sosial yang mendukung pembangunan berkelanjutan di tanah air. (Antara)

Yogjakarta (Antara)--Lembaga internasional yang aktif mengkampanyekan pembangunan berkelanjutan United Nation Social Development Solution Network (UNSDSN) berkerjasama dengan mitranya Yayasan Upaya Damai Indonesia (United in Diversity /UID) tahun ini kembali memberikan penghargaan UID-UNSDSN Award untuk proyek sosial dan ekonomi yang mampu menjadi solusi bagi pembangunan berkelanjutan. Melalui seleksi yang ketat, tim juri telah memilih 3 proyek yang dinilai memenuhi kriteria untuk mendapat nominasi yaitu, proyek pemberdayaan petani coklat yang dikelola Krakakoa Chocolates, pemberdayaan masyarakat dalam bidang sampah yang dikelola Bintang Sejahtera dan pemberdayaan wanita dalam penggunaan lampu bertenaga matahari (Mothers of Light).

Dalam keputusan akhir, dewan juri memutuskan proyek bank sampah Bintang Sejahtera (waste management) keluar sebagai pemenang dengan menerima uang tunai Rp 300 juta dari sponsor PT Gajah Tunggal Tbk, perusahaan industri terbesar yang banyak terlibat dalam proyek lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. Penghargaan diserahkan hari ini (Rabu 1/10) di Yogyakarta, bersamaan dengan penyelenggaraan konferensi pariwisata berkelanjutan, International Conference on Sustainable Tourism, di Yogyakarta.

"Saya sangat menghargai apa yang dilakukan oleh UID dan UN SDNS dengan pemberian penghargaan ini. Penghargaan ini mempunyai arti penting untuk menghargai solusi inovatif yang tumbuh di tengah masyarakat dan dapat berkontribusi terhadap pariwisata berkelanjutan. Melalui proyek ini kita dapat melihat, bagaimana tiga finalis UID UNSDSN Award dapat memiliki penerapan langsung untuk pariwisata. Bagaimana proyek pemberdayaan petani kakao bisa menjadi contoh agrowisata, bagaimana sistem pengelolaan limbah bisa bekerjasama dengan pelaku dan komunitas pariwisata, dan bagaimana solusi penerangan matahari sederhana bisa memberdayakan banyak desa wisata dan homestays," kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Tahun 2017 ini adalah tahun ketiga penyelenggaraan UID-UNSDSN Award, setelah sebelumnya pada 2013 dimenangkan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalu proyek Better Road Forward, proyek pembangunan jalan pedesaan dengan menggunakan paving block yang diproduksi masyarakat sekitar, dan pada 2014 dimenangkan oleh komunitas Learning Farm, Cipanas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yaitu pelatihan perkebunan organik untuk pemuda yang kurang beruntung.

Selain melalui UID-UNSDSN Award, Yayasan UID juga telah melakukan berbagai kegiatan untuk mendorong penerapan konsep pembangunan berkelanjutan seperti mengadakan workshop kepemimpinan bagi kalangan generasi muda antara lain menyelenggarakan Youth Action Forum, IDEAS.

Manager for SDSN Elena Crete mengatakan sangat terkesan dengan proyek-proyek yang diinisiatif masyarakat seperti yang masuk dalam nominasi UID-UNSDSN Award 2017 ini. "Sangat menyenangkan bekerja dengan jaringan profesional pembangunan berkelanjutan yang mengesankan guna mendukung tujuan global kita melalui tindakan lokal. Penghargaan UID adalah contoh dampak yang mungkin terjadi saat para ahli dimobilisasi menuju tujuan bersama," kata Elena.

Pewarta: prwir
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar