Pontianak (ANTARA News) - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta seluruh jajaran pemerintahan dan Satgas Pangan di Kalbar untuk menindak tegas para spekulan bahan kebutuhan pokok yang terbukti mempermainkan harga.

"Kita sangat bersyukur karena berdasarkan laporan yang diberikan oleh jajaran pemerintah Kalbar dalam menjaga kestabilan dan ketersediaan sembako yang ada sudah sangat baik, demikian dengan Disperindagnya," kata Enggartiasto saat memimpin Rapat Koordinasi dan Stabilitas Harga Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak, Selasa.

Menurutnya, jika stok kebutuhan pokok sudah terjamin namun harga masih naik, maka itu diakibatkan oleh permainan spekulan.

"Untuk itu, kita memiliki Satgas Pangan yang bekerjasama dengan Polri, dimana Satgas Pangan ini bertugas untuk melakukan pemeriksaan dan penindakan terhadap spekulan yang bermain.

Mendag memperingatkan mereka yang ingin berspekulasi, agar tidak pernah berpikir untuk bisa berdagang lagi, jika sampai terbukti, gudang mereka akan dikunci sehingga stok mereka akan busuk.

Dia menegaskan, tindakan itu akan dilakukan, bahkan sudah sering dilakukan pihaknya pada beberapa daerah, untuk memberikan efek jera kepada spekulan yang bermain dengan stok dan harga sembako tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Enggartiasto meminta kepada TPID yang ada di Kalbar maupun pemerintah Kabupaten/kota untuk melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan menjaga stabilitas harga sembako yang ada di setiap daerah.

"Jangan biarkan para spekulan bermain. Jika memang terbukti ada permainan, langsung lakukan tindakan tegas," katanya.

Enggartiasto juga menambahkan, dari kunjungan kerja di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, memastikan stok pangan aman hingga Desember 2017.

"Begitu ada stok pangan kurang, maka akan langsung dikirim," katanya.

Ia menjelaskan, per tanggal 1 Desember 2017, stok pangan harus ada dan merata. Demikian soal ketersediaan stok sudah dibahas di pusat, dan diputuskan per Desember 2017, semua daerah akan disediakan pangan secara merata.

Mendag menjelaskan, tiap akhir tahun, Kalbar berpotensi besar dalam penyerapan konsumsi pangan karena akhir tahun jadi waktu yang dicari wisatawan untuk datang, salah satunya ke Kalbar.

"Apalagi akhir tahun banyak pesta, wisatawan datang, sehingga konsumsi pangan juga akan meningkatkan," tuturnya.

(U.KR-RDO/S025)

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2017