Israel Pertimbangkan Alternatif Jembatan Masjidil Aqsa

Jerusalem (ANTARA News) - Komite Perencanaan dan Kostruksi Jerusalem mulai membahas suatu alternatif bagi proyek Jembatan Magharibah dekat bangunan Masjidil Aqsa di kota suci itu, demikian laporan Kantor Berita Islam Internasional (IINA). Rencana asli bagi jembatan itu, yang mana menghubungkan dari Pintu Magharibiyah Kota Tua dan Dinding Buraq (Dinding Barat) ke Bangunan Masjidil Aqsa, yang merupakan lokasi Masjdil Aqsa dan Qubah Batu. Rencana kontroversial tersebut memicu protes dari dunia Arab dan Islam pada Februari silam karena dikhawatirkan merusak bangunan suci itu. Sejumlah arkeologi Israel dan Palestina, begitu juga para arsitek menyatakan keprihatinan mereka bahwa jembatan itu dapat merusak peninggalan purbakala, di samping membatasi pemandangan Masjid Suci itu. Menurut sumber-sumber Israel, rencana baru tesebut sangat berbeda dan rencana sebelumnya. Israel memperpendek jembatan itu, yang mana akan mengikuti rute lereng ke Pintu Magharibiyah, sebagai pengganti dari permulaan di kawasan Taman Arkeologi Dinding Barat, yang mana sejumlah pakar mengkhawatirkan hal itu dapat membatasi pemandangan bangunan Masjidil Aqsa. Rencana itu menunjukkan bahwa jembatan itu akan terbuat dari kayu yang pinggirnya berlapis metal, dengan tiang-tiang besi setinggi dua meter, sebagaimana dikehendaki oleh polisi Israel. Jumlah tiang pendukung jembatan tersebut akan dikurangi dari tujuh menjadi empat. Ukuran tinggi tiang itu tidak melebihi seper-dua meter, dan tiang-tiang tersebut akan ditempatkan di ruang yang digali oleh Otoritas Benda-Benda Purbakala Israel selama penggaliannya, menizinkan benda-benda purbakala itu ditempatkan dan dilindungi. Sumber-sumber itu mengatakan, para perencana telah mempetakan penemuan-penemuan arkeologi di sepanjang lorong jembatan itu, dan menemukan ruang-ruang di mana tiang-tiang ditempatkan tanpa merusak benda-benda purbakala. Sementara itu, kendati rute umum jembatan itu diketahui, kotamadya Jerusalem masih belum mengetahui bagaimana pemandangannya. (*)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2007

RI siap berkontribusi dalam penyelesaian masalah di Myanmar dan Palestina

Komentar