Mataram (ANTARA News) - Komisi Pemilihan Umum Nusa Tenggara Barat menetapkan pasangan calon Dr H Zulkieflimansyah - Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah atau Zul-Rohmi sebagai pemenang pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat periode 2018-2023.

Penetapan ini dibacakan oleh Sekretaris KPU NTB Mars Ansori Wijaya pada rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat provinsi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang digelar di balroom Hotel Lombok Raya, Mataram, Minggu.

Berdasarkan hasil rekapitulasi suara menunjukkan pasangan Zul - Rohmi meraih 811,945 suara, selanjutnya disusul pasangan calon H Moh Suhaili FT - H Muhammad Amin atau Suhaili - Amin yang meraih 674,602 suara. Kemudian pasangan H Ahyar Abduh - H Mori Hanafi atau Ahyar - Mori dengan 637,048 suara dan diposisi terakhir di duduki pasangan H Ali Bin Dahlan - TGH Lalu Gde Sakti Amir Murni atau Ali-Sakti yang meraih 430,007 suara.

Jumlah suara suara tidak sah sebanyak 84,361 dan jumlah suara secara keseluruhan mencapai 2,637,963.

Rapat rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat provinsi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB di pimpin Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori dan para komisioner KPU NTB serta dihadiri seluruh komisioner KPU kabupaten/kota, Bawaslu NTB dan Panwaslu kabupaten/kota, para saksi dari pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, terkecuali saksi dari pasangan H Ali Bin Dahlan - TGH Lalu Gde Sakti Amir Murni atau Ali-Sakti.

Untuk diketahui pasangan Zul-Rohmi diusung Partai Demokrat dan PKS. Sedangkan, pasangan calon H Moh Suhaili FT - H Muhammad Amin atau Suhaili - Amin diusung Partai Golkar, PKB dan Nasdem. Kemudian pasangan H Ahyar Abduh - H Mori Hanafi atau Ahyar - Mori diusung Partai Gerindra, PPP, PDIP, PAN, Hanura, dan PBB. Sementara pasangan H Ali Bin Dahlan - TGH Lalu Gde Sakti Amir Murni atau Ali-Sakti maju melalui jalur perseorangan (independen).

Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori menyampaikan terimakasih kepada semua pihak dan kepada masyarakat NTB atas partisipasinya dalam menggunakan hak pilih dan mengawal pelaksanaan Pilgub NTB.

"Kami juga menyampaikan maaf apabila terdapat catatan yang mungkin dapat mengurangi makna partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih. Kami melaksanakan dengan jujur dan tulus atas nama Alloh SWT, Rasulullah dan kami tegak lurus sesuai aturan jika ada kekeliruan itu adalah masalah kami dan kami meminta maaf sebesarnya," kata Lalu Aksar Ansori.

(KR-NIA/Y008)

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2018