Piala AFF U-22

Pelatih Marinus semasa SSB urun bangga pencapaian Si Anak Baik

Pelatih Marinus semasa SSB urun bangga pencapaian Si Anak Baik

Pemain Timnas U-22 Marinus Wanewar (kiri) berebut bola dengan pemain Thailand Saringkan Promsupa (kanan) dalam pertandingan Final Piala AFF U-22 di Stadion Nasional Olimpiade Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019). (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

Penampilan Marinus sangat bagus dan dia sudah bisa mengendalikan cara berekspresi dengan tidak emosional
Jayapura (ANTARA) - Pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) Naramson, Kemal Dimo, yang dulu sempat menangani Marinus Manewar semasa masih berusia dini, mengaku turut bangga dengan pencapaian pemain yang berjulukan Si Anak Baik itu bersama tim nasional Indonesia U-22 menjuarai Piala AFF U-22 2019.

"Yang pastinya kami bangga melihat Marinus bermain bersama Timnas U22, apalagi dia membuat tiga gol dan berhasil menjadi top skor bersama dengan dua pemain asing lainnya," kata Kemal ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Papua, Jumat.

Menurut dia, penampilan Marinus bersama rekan-rekannya mulai dari babak penyisihan hingga ke partai puncak final selalu menjadi perbincangan hangat warga Kota Ombak, julukan Kabupaten Sarmi.

"Bahkan pada partai final kami gelar nonton bareng dengan memasang layar tancap, meski live streaming. Penampilan Marinus sangat bagus dan dia sudah bisa mengendalikan cara berekspresi dengan tidak emosional," katanya.

Baca juga: Marinus tak pusingkan jadi viral selama turnamen

Kemal menuturkan Marinus pertama kali bergaung dengan SSB Naramson pada 2009-2010 saat masih berstatus pelajar SMP, namun postur tubuhnya tinggi besar mengungguli rekan-rekan seusianya.

Marinus awalnya lebih banyak bermain di posisi sayap kanan atau kiri dalam skema 4-3-3, berbeda dengan posisinya kini sebagai penyerang tengah dalam strategi besutan Pelatih Timnas U-22 Indra Sjafri.

Semula, kata dia, Marinus sulit untuk mengontrol bola sehingga diberikan pelatihan khusus untuk menguatkan kakinya, diantaranya berlari, main skipping dan angkat beban pada kaki.

Usia menimba ilmu dari SSB Naramson, lanjut Kemal, Marinus bermain di klub Persimi Sarmi dan sempat bermain di Divisi III hingga ke luar daerah, termasuk menjadi bagian dari Reliv Christa FC Papua yang dimiliki oleh Mesak Manibor.

"Saat di Reliv Christa, Marinus dilatih oleh sejumlah pelatih kawakan seperti Hengki Heipon, Yakobus Mobilala, Nico Dimo, Daniel Womsiwor dan beberapa pelatih lainnya, termasuk saya juga. Reliv sempat uji tanding dengan klub lokal di Belanda dan Marinus bagian dari tim yang kesana," katanya.

Baca juga: Jokowi beri bonus Rp200 juta per pemain Timnas U-22

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden berikan Timnas U-22 tambahan bonus Rp200 juta

Komentar