Jenewa (ANTARA News) - Konferensi PBB untuk perdagangan dan pembangunan (UNCTAD) mengungkapkan, pada 2006 terjadi pertumbuhan investasi asing langsung (FDI) global sebesar 38 persen dibanding 2005, demikian laporan UNCTAD yang dirilis Selasa. Nilai FDI global pada 2006 mencapai 12 triliun dolar AS, untuk membiayai kegiatan 78.000 korporasi trans-nasional dengan 780.000 afiliasi. UNCTAD mencatat pertumbuhan FDI tinggi terjadi di negara maju, berkembang, wilayah Tenggara Eropa dan negara-negara pecahan Uni Sovyet yang tergabung dalam Persemakmuran Negara Merdeka (CIS), kecuali kawasan Amerika Selatan dan Afrika Selatan. FDI meningkat hingga dua kali lipat di Afrika menjadi 36 miliar dolar AS, dari level pada 2004. Namun angka itu ternyata merupakan penurunan dari 3,1 persen pada 2005 menjadi 2,7 persen pada 2006. Kebanyakan investasi yang masuk di benua itu adalah di sektor migas dan pertambangan. AS tercatat menjadi negara dengan FDI terbesar di dunia. Sedangkan lokasi FDI terbesar di negara berkembang adalah Cina, Hongkong, dan, Singapura. Dan investasi terbesar untuk kelompok ekonomi transisi terjadi di Federasi Rusia. AS memang menjadi sumber utama FDI, namun separuh dari aliran investasi di dunia ternyata berasal dari negara-negara Uni Eropa, seperti Prancis, Spanyol dan Inggris.(*)

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2007