5.000 benih kerapu ditambahkan untuk budi daya di Mulut Seribu-NTT

5.000 benih kerapu ditambahkan untuk budi daya di Mulut Seribu-NTT

Lokasi budi daya ikan kerapu di Perairan Mulut Seribu, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (FOTO ANTARA/HO.Dok. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT)

Benih-benih yang disiapkan ini akan ditambah dengan sekitar 10.000 benih ikan kerapu yang sudah ditebarkan pada November 2018 lalu
Kupang (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur menambah sekitar 5.000 ekor benih ikan kerapu untuk dibudi dayakan di wilayah Perairan Mulut Seribu, Kabupaten Rote Ndao.

"Penambahan benih ini untuk mendukung produktivitas budi daya ikan yang sudah kami mulai di Perairan Mulut Seribu," kata Kepala DKP Provinsi NTT, Ganef Wurgiyanto, kepada Antara di Kupang, Jumat.

Ia mengatakan, ribuan benih ikan kerapu ini sudah dipelihara di Tablolong, Kabupaten Kupang, dan rencananya akan ditebar di Perairan Mulut Seribu dalam pekan depan.

Benih-benih yang disiapkan ini, lanjutnya, akan ditambah dengan sekitar 10.000 benih ikan kerapu yang sudah ditebarkan pada November 2018 lalu.

Ganef mengatakan, pihaknya menargetkan panen pertama hasil budidaya ini akan dilakukan sekitar pertengahan tahun atau pada Juni-Juli 2019.

"Panen perdana ini untuk benih yang sudah ditebar sebelumnya yang sudah besar dan layak dipanen karena butuh waktu sekitar delapan bulan baru bisa dipanen," katanya.

Mantan Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP NTT itu mengaku optimistis, budid aya ikan kerapu ini dapat memberikan hasil yang besar dan berkelanjutan karena kondisi alam yang sangat mendukung.

Menurutnya, budi daya ikan di Mulut Seribu bisa dilakukan dalam berbagai kondisi musim bahkan saat angin barat atau musim cuaca buruk yang melanda daerah setempat.

"Karena itu memang lokasinya sangat cocok untuk budidaya selain itu di sana juga akan diintegrasikan dengan sektor pariwisata terutama wisata alam dan bahari," katanya.

Baca juga: Ekspor NTT ke Brunei andalkan ikan tuna loin

Baca juga: Ekspor ikan cakalang NTT terbanyak ke Jepang

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menikmati wisata ekstrem nan eksklusif di Pulau Komodo

Komentar