counter

Temuan baru kasus Jung Joon-young, obrolan soal penyerangan seksual

Temuan baru kasus Jung Joon-young, obrolan soal penyerangan seksual

Penyanyi Jung Joon-young (Instagram.com/ sun4finger)

Jakarta (ANTARA) - Pihak stasiun televisi Korea Selatan KBS mengungkapkan hal baru mengenai kasus penyerangan seksual yang melibatkan bintang Kpop Jung Joon-young, yakni isi obrolan penyanyi yang dikenal dengan JJY itu bersama empat rekannya.

Seperti dilansir Soompi, Jumat, dalam ruang obrolan berisi lima orang pria itu ada anggota yang menyarankan penyerangan seksual

JJY mengatakan, "Aku sedang bersama [Choi] Jong Hoon tadi malam,". Lalu pegawai klub malam Burning Sun bernama "Kim" menjawab, "Itu lucu."

JJY lalu mengirim rekaman suara dan mengatakan, "Dia membuat suara-suara ini, membuatku tertawa. Pada akhirnya, dia hanya ingin tidur dengan seorang selebriti,"

Percakapan berlanjut, JJY berkata “Oh, kamu punya video? Kami tertangkap (kamera) karena 'B' hyung menyalakan lampu kilat. Cepat hapus. Sebelum Choi Jong-hoon menyimpannya".

Jong-hoon menjawab dengan menuliskan beberapa simbol tawa. "Kim lalu mengatakan, "Kita seharusnya ** sebelum ["A"] bangun.

Menurut KBS, tanda bintang menjadi pengganti kata slang yang menyiratkan penyerangan seksual.

Jong-hoon melalui pengacaranya tak menampik bersama "A," namun dia menolak tuduhan terlibat dalam aktivitas seksual dengannya.

Sebelumnya, wartawan SBS, menyampaikan kesaksian seorang wanita bernama "A," yang mengklaim dirinya mengalami kekerasan seksual oleh sekelompok lima pria termasuk JJY dan Choi Jong-hoon.

"A, mengaku pergi untuk minum-minum bersama lima pria pada Maret 2016. Tak lama, "A" pingsan dan bangun di pagi hari dalam kondisi tak berpakaian di sebuah kamar hotel.

Dia tak bertanya pada kelima pria itu tentang kejadian malam itu. Tetapi dia curiga ada tindak kekerasan seksual menyusul terkuaknya isi ruang obrolan JJY yang berisi percakapan tidak pantas.

Baca juga: Jung Joon-young ditahan akibat distribusi video seks

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar