counter

Dirut BTN harap suku bunga acuan di bawah 5 persen

Dirut BTN harap suku bunga acuan di bawah 5 persen

Direktur Utama Bank BTN Maryono.(ANTARA/Ahmad Buchori)

Idealnya di bawah 5 persen ya bagus, tetapi kan susah. Pernah sampai 4,75 persen.
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono menanggapi keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan "7-Day Reverse Repo Rate" sebesar 6 persen, dengan berharap agar suku bunga acuan bisa berada di bawah 5 persen.

"Kalau perbankan harapkan turun, tetapi dengan kondisi (ekonomi) global yang masih fluktuatif, Indonesia stabil sudah menunjukkan suatu prestasi," kata Maryono di Jakarta, Sabtu.

Ia menyebutkan bahwa BTN tidak melakukan penyesuaian dengan ditahannya suku bunga acuan, apalagi BI menahan di level 6 persen sudah kelima kalinya secara berturut-turut.

Menurut dia, suku bunga acuan yang ideal untuk perbankan di bawah 5 persen.

"Idealnya di bawah 5 persen ya bagus, tetapi kan susah. Pernah sampai 4,75 persen," katanya.

Seperti diketahui, Bank Indonesia mengubah kembali proyeksinya bahwa The Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga acuan (Fed Funds Rate) dalam dua tahun ke depan.

Sebelum Rapat Dewan Gubernur pada April 2019 ini, BI masih memproyeksikan suku bunga acuan AS akan naik satu kali selama dua tahun terakhir.

"Dengan dinamika terakhir ini, ekonomi AS yang melambat, inflasi di AS yang tidak terlalu tinggi, bacaan kami The Fed tidak akan menaikkan suku bunga tahun ini maupun tahun depan," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Baca juga: Tahan suku bunga, BI masih yakin modal asing masuk tetap deras
Baca juga: Stabilitas terjaga, BI tahan suku bunga acuan enam persen

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BI turunkan suku bunga acuan jadi 5,75 persen

Komentar