Dubes Iwan buka puasa bersama WNI untuk pupuk kebersamaan

Dubes Iwan buka puasa bersama WNI untuk pupuk kebersamaan

Duta Besar Indonesia untuk Pakistan Iwan Amri (kanan) menyelenggarakan buka puasa bersama dengan 200 Warga Negara Indonesia di Islamabad pada Jumat (17/5), waktu setempat. (Dokumentasi KBRI Islamabad)

Jakarta (ANTARA) -
Duta Besar Indonesia untuk Pakistan Iwan Amri menyelenggarakan buka puasa bersama dengan 200 Warga Negara Indonesia di Islamabad pada Jumat (17/5), waktu setempat.

Buka puasa bersama tersebut bertempat di Aula Budaya Nusantara KBRI Islamabad, menurut keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

"Ramadhan merupakan berkah Tuhan Yang Maha Kuasa bagi kita umat manusia," ujar Dubes Iwan Amri.

Ia mengatakan puasa di bulan Ramadhan adalah pemurni jiwa yang selalu dibarengi dengan kegiatan yang memupuk peningkatan kepedulian sosial dan kasih sayang kepada sesama.

Momen berbuka puasa bersama menjadi tradisi yang sudah berjalan sejak lama. Tradisi tersebut tetap terjaga karena sesuai dengan keragaman dan adat kebiasaan bangsa Indonesia, yang masih sangat menjunjung tinggi silaturahmi, ujar Dubes.

Setiap tahun KBRI Islamabad menyelenggarakan buka bersama dengan WNI di setiap akhir pekan. Tuan rumahnya secara bergilir dilakukan oleh seluruh staf KBRI, dan WNI yang bersedia. Buka puasa dilanjutkan dengan shalat wajib berjamaah, solat Taraweh dan ceramah agama.

Mahasiswa Indonesia sangat aktif bekerja sama dengan KBRI dalam kegiatan sosial keagamaan. Pada Ramadhan ini mereka menjadi imam sholat dan pemateri ceramah serta membantu penyiapan logistik.

Saat berbuka bersama, masyarakat dapat menikmati sajian khas nusantara yang disiapkan oleh setiap keluarga staf KBRI Islamabad secara bergilir.

Berkumpul di negeri rantau menjadi cara WNI pupuk rasa kebersamaan. Buka puasa bersama di bulan Ramadhan selain menjadi penguat keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa juga menjadi pengikat rasa berbangsa Indonesia di perantauan.

Suasana Ramadhan diTtanah Air selalu dirindukan oleh setiap orang di perantauan. Masyarakat Indonesia di Islamabad juga ingin merasakan Ramadhan tahun ini tetap khusyuk dan menyenangkan.

Ramadhan di Pakistan tahun ini berlangsung di musim panas dengan waktu puasa sekitar 16 jam, lebih panjang 3 jam dari di Tanah Air.

Hal ini tidak mengurangi semangat WNI untuk tetap beraktifitas seperti biasa.

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Serunya ngabuburit dengan perang meriam bambu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar