counter

Polisi amankan komunitas gay yang sedang berkumpul

Polisi amankan komunitas gay yang sedang berkumpul

Ilustrasi--Penangkapan. (ANTARA News/Handry Musa)

Setelah dilakukan introgasi, petugas dikejutkan dengan pengakuan dari salah satu diantara pria itu bahwasanya yang berkumpul itu merupakan pencinta sesama jenis alias gay.
Jambi (ANTARA) - Anggota Polisi sektor (Polsek) Pasar, Kota Jambi dalam kegiatan operasi penyakit masyarakat (pekat) yang digelar di wilayah hukumnya berhasil mengamankan sekelompok pemuda dalam komunitas Gay yang sedang berkumpul sambil minum-minuman keras di pinggir Stadion Tri Lomba Juang KONI Jambi.

Baca juga: Miliki senjata api, pekerja illegal drilling dibekuk polisi

Anggota berhasil mengamankan beberapa orang pria yang sedang asik berkumpul di parkir Stadion Tri Lomba Juang Jambi dan saat diperiksa yang belakangan diketahui ternyata pencinta sesama jenis atau gay dan kemudian mereka diamankan ke Polsek Pasar, kata Kanit Reskrim Polsek Pasar, Ipda Rino, Sabtu.

Dalam razia itu mulanya tidak ada yang aneh terhadap puluhan pria itu, petugas yang mencurigai karena berkumpul ditempat yang gelap akhirnya tim buser Polsek Pasar Kota Jambi menghampirinya dan memeriksa mereka.

Setelah dilakukan introgasi, petugas dikejutkan dengan pengakuan dari salah satu diantara pria itu bahwasanya yang berkumpul itu merupakan pencinta sesama jenis alias gay.

Baca juga: Brunei perpanjang moratorium hukuman mati seks gay

"Mereka semua kita gelandang ke Mapolsek Pasar guna dilakukan pendataan dan pembinaan," katanya.

Selain mengamankan puluhan pemuda itu, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah miras yang diperjual belikan secara sembunyi-sembunyi dan peredaran miras dan sekelompok gay kerap meresahkan masyarakat, untuk itu saat ini kita tindak tegas.

Ditambahkan Rino bahwa operasi yang dilaksanakan kali ini dalam rangka operasi penyakit masyarakat (pekat) Siginjai 1, dengan sasaran tindakan asusila, judi, miras dan premanisme.

Baca juga: BKKBN : LGBT musuh utama pembangunan


 

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar