counter

Formula 1

Performa pebalap muda di Austria beri gambaran masa depan F1

Performa pebalap muda di Austria beri gambaran masa depan F1

Pebalap Red Bull Max Verstappen ketika menjalani balapan GP Austria di Red Bull Ring, Spielberg, Minggu (30/6/2019) JOE KLAMAR / AFP

Jakarta (ANTARA) - Balapan GP Austria akhir pekan lalu memberi gambaran bagaimana potensi para pebalap muda Formula 1 menjanjikan masa depan yang kompetitif bagi balapan jet darat itu.

Pebalap Red Bull Max Verstappen dan Charles Leclerc dari Ferrari menjadi bintang di Red Bull Ring, Spielberg, lewat duel klasik di penghujung lomba yang memaksa steward balapan untuk melakukan penyelidikan usai kedua pebalap berusia 21 tahun itu terlibat senggolan di tiga lap terakhir.

Keduanya mencetak sejarah sebagai pebalap termuda yang finis di dua peringkat teratas, sementara Valtteri Bottas (29), yang paling senior di podium, meraih peringkat tiga untuk Mercedes.

Sedangkan rekan satu Bottas, Lewis Hamilton finis kelima di belakang pebalap Ferrari Sebastian Vettel.

Kemudian ada rookie 19 tahun asal Inggris Lando Norris yang finis P6 untuk McLaren, menjadi pebalap tercepat di papan tengah.

Bisa dibilang GP Austria menjadi obat kerinduan para penggemar Formula 1 akan balapan yang ketat dan penuh kejutan setelah menyaksikan GP Prancis yang membosankan pekan sebelumnya.

"Kalian selalu minta balapan (sesungguhnya) sepanjang waktu dan sekarang kalian dapatkan itu," ungkap juara dunia lima kali Lewis Hamilton usai lomba, seperti dikutip Reuters.

"Pada akhirnya apa yang hari ini tunjukkan adalah kalian tak bisa melihat satu akhir pekan dan mengeluh, karena itu yang biasanya terjadi. Ketika satu akhir pekan tidak berjalan baik dan kalian bilang 'oh balapannya membosankan'," kata Hamilton.

Baca juga:Ferrari tak ajukan banding terhadap "ulah" Verstappen di GP Austria


Formula 1 pernah mengalami musim-musim balapan membosankan, salah satunya ketika Michael Schumacher yang terlalu dominan di tahun-tahunnya bersama Ferrari.

Balapan GP Austria akhir pekan lalu tidak masuk ke kategori itu ketika Verstappen yang melorot dari P2 ke P7 usai start yang buruk, mampu bangkit untuk memperbaiki posisinya hingga mengklaim kemenangan usai senggolan dengan Leclerc di manuver terakhirnya.

Pebalap asal Belanda itu menyentuh garis finis pertama disambut sorak sorai ribuan pendukungnya yang memakai atribut dan bendera oranye.

Verstappen merayakan kemenangannya walau pun masih di bawah penyelidikan steward menyusul insiden senggolan di Tikungan 3 dengan Leclerc, yang mengincar kemenangan dari pole position keduanya musim ini.

Steward memutuskan, setelah melihat bukti video, tidak mengambil tindakan hukuman dan mengonfirmasi finis kedua pebalap tersebut sebagai dua pebalap termuda yang finis 1-2 sepanjang sejarah.

Honda sebagai pemasok power unit Red Bull pun merayakan kemenangan pertama mereka di Formula 1 sejak terakhir kali meraihnya pada 2006.


Baca juga:Honda buka lembaran baru lewat kemenangan di Austria


"Setelah start aku kira balapan telah usai," kata Verstappen usai meraih kemenangan keduanya secara beruntun di Austria itu.

Terkait pemanggilan oleh steward, Vestappen berkomentar, "balapan yang keras... Jika hal itu tidak diizinkan di balapan, maka apa untungnya berada di Formula 1,"

Hamilton, yang membuat debut F1 pada usia 22 tahun, sekarang 34 tahun, menyambut bangkitnya generasi muda pebalap itu.

"Aku akan lanjut dan melawan para pebalap muda ini," kata Hamilton usai sesi kualifikasi.

Ketika pertarungan Leclerc dan Verstappen memberi tontonan menarik para penggemar mereka, Norris juga tak kalah membuat impresi.

Start dari P5, Norris sempat melesat ke P3 ketika start dan melewati Hamilton lewat manuver berani dari luar di tikungan pertama.

Mengendarai mobil yang tak bisa menandingi kecepatan Mercedes, Ferrari dan Red Bull, Norris melorot ke belakang namun bukan berarti tak memberikan perlawanan kepada Vettel, Verstappen dan Kimi Raikkonen, pebalap paling senior di grid.

Hasil finis P6 Norris kali ini datang satu pekan setelah kesialan di balapan GP Prancis pekan lalu, di mana masalah hidrolik menderanya di lap terakhir ketika berada di P7. Walau demikian, Norris mampu finis P10 dan membuatnya memenangi voting "Driver of the Day" di Prancis.

"Aku skeptis pada awalnya. Aku kira dengan umur yang sangat muda, bisa kah dia bertahan menghadapi tekanan?" kata juara dunia 1996 asal Inggris Damon Hill soal penampilan Norris sejauh ini.

"Dia menghindari masalah, seperti yang ia inginkan, dan dia mendapatkan hasilnya."

Kepala tim Red Bull Christian Horner percaya jika Verstappen adalah pebalap terbaik yang ada saat ini di grid usai melihat penampilan di Austria.

"Aku sudah berpikiran seperti itu," kata Horner.

Verstappen memberikan kemenangan terbaik bagi Red Bull, lewat kegigihannya meraih kembali posisi setelah melorot, juga kemampuannya mengelola ban dan rem.

"Kalian mendengarnya lewat radio, dia operator yang tenang sekarang, dan hubungannya dengan para mekanik bekerja baik dan membuat mobil mampu melalui balapan ini. Menyenangkan bisa menjadi bagian dan menyaksikannya beraksi. Performa yang luar biasa dari dia," ungkap Horner.

Baca juga:Juarai GP Austria, Verstappen akhiri kemenangan beruntun Mercedes






 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar