Anggota DPD RI asal Papua Barat diusulkan jadi calon menteri

Anggota DPD RI asal Papua Barat diusulkan jadi calon menteri

Anggota DPD RI dari Provinsi Papua Barat, Mervin S Komber (paling kiri). (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Anggota DPD RI dari Provinsi Papua Barat Mervin Sadipun Komber diusulkan perwakilan mahasiswa asal Papua di Jakarta sebagai calon menteri kabinet pemerintahan Presiden terpilih Joko Widodo periode kedua, pada 2019-2024.

Koordinaror perwakilan mahasiswa Papua di Jakarta, Yanuarius Gobai, di Jakarta, Kamis, mengatakan, mereka mengusulkan Mervin S Komber sebagai calon menteri kabinet, dengan pertimbangan adalah tokoh muda asal Papua Barat yang memiliki prestasi nasional.

Baca juga: PDIP tidak ingin paksakan kadernya jabat menteri

Baca juga: Milenial sambut positif wacana menteri muda kabinet Jokowi

Baca juga: Partai NasDem inginkan menteri yang kompeten


Yanuarius menjelaskan, Mervin lahir di Fak-fak Papua Barat pada 20 Juni 1080, tapi telah dua periode menjadi anggota DPD RI dari Provinsi Papua Barat yakni 2009-2014 dan 2014-2019. "Pace (Om) Mervin juga dikenal sebagai tokoh muda yang energik dan mampu membangun komunikasi yang baik dengan elemen masyarakat di Papua," katanya.

Dalam pandangannya, Mervin memiliki rekam jejak yang baik, bersih, berintegritas tinggi, dan tidak ada sandungan kasus hukum," katanya.

Sekretaris perwakilan mahasiswa Papua di Jakarta, Supriyanto Guhuhuku, menambahkan, Presiden Joko Widodo dalam pengisian menteri kabinet tentunya mempertimbangkan keragaman masyarakat Indonesia, baik asal daerah, budaya, etnis, agama, dan maupun integritas, dan kompetensi.

Perwakilan mahasiswa Papua di Jakarta, katanya, mengusulkan nama Mervin S Komber dengan pertimbangan mewakili masyarakat dan etnis Papua dalam keragaman masyarakat Indonesia. "Pace Mervin sebagai putra asli Papua, sehingga dapat memahami kultur, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat Papua," katanya.

Menurut Supriyanto ada beberapa nama lain yang disebut sebagai calon menteri kabinet, tapi orang-orang tersebut masih menjalankan tugasnya mengawal amanah rakyat, misalnya Gubernur Papua Lucas Enembe.

Yanuarius menambahkan, pada pemerintahan sebelumnya putra-putri daerah yang dipilih menjadi menteri kabinet berasal dari Provinsi Papua, seperti Laksamana Madya (Purn) Freddy Numberi (Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Perhubungan) pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, serta Prof Dr Yohana Susana Yembise, MA (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak).

Menurut dia, Freddy Numberi sebelumnya adalah Gubernur Papua serta Yohana S Yembisa sebelumnya adalah dosen Universitas Cendrawasih Jayapura. "Kalau pada pemerintahan berikutnya, memilih calon menteri putra dari Provinsi Papua Barat, maka ada unsur pemerataan," katanya.

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dari penjual kue hingga ketum Hipmi, Bahlil Lahadalia kini calon menteri

Komentar