counter

Jalur kereta Bukit Asam bakal lintasi Tol Kayuagung - Palembang

Jalur kereta Bukit Asam bakal lintasi Tol Kayuagung - Palembang

Sejumlah pekerja memasang rangkaian rel kereta api pengangkut batu bara di Pelabuhan Tarahan, Bandarlampung. (FOTO ANTARA/Kristian Ali/Koz/Spt/12.)

Palembang (ANTARA) - Jalur kereta khusus PT Bukit Asam yang mengangkut batu bara bakal melintasi Jalan Tol Kayuagung, Palembang dan Betung (Kapal Betung), Sumatera Selatan sehingga akan dibuatkan jalan layang (flyover).

Tim Teknis PT Bukit Asam Sarjono di Kayuagung, Kamis, mengatakan perusahaan akan membangun jalur khusus batubara sehingga tidak mengganggu kenyamanan masyarakat yang melintas Tol Kapal Betung.

“Perusahaan telah membuat perencanaan matang untuk proyek ini, dan saat ini sedang tahap koordinasi dengan berbagai pihak terkait,” kata Sarjono seusai rapat dengan pejabat Pemkab Ogan Komering Ilir (OKI).

BUMN ini berencana membangun jalur khusus kereta pengangkut batubara sepanjang 38,35 kilometer yang melintasi beberapa kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan, yakni Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin dan Palembang.

Khusus wilayah Kabupaten OKI, panjang rel kereta mencapai 3,6 kilometer yang berada di Desa Pedu dan Desa Simpang, Kecamatan Jejawi atau mulai dari STA 11—STA 15. “Rel single track tersebut rencananya akan dilintasi oleh gerbong pengangkut batubara dengan volume berkisar 3.000 ton per hari,” kata dia.

Terkait pembagunan flyover di atas tol ini, Tim Teknis PT BA telah berkoordinasi dengan PT Waskita Karya selaku pengembang tol.

Sementara itu, Pimpinan Proyek Pengembangan Angkutan Batubara, Gendri menambahkan pembangunan jalur khusus batubara ini diperuntukkan untuk mewujudkan Sumsel sebagai lumbung energi nasional.

PT BA yang beroperasi di Tanjungenim, Kabupaten Muaraenim, Sumsel akan meningkatkan produksi hingga 60 juta ton pada tahun 2022 dari semula hanya 25 juta ton per tahun.

Peningkatan produksi batubara ini, salah satunya bertujuan mewujudkan program listrik 35.000 Megawatt yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. “Tentunya, harus ada penambahan daya angkut agar dapat didistribusikan,” katanya pada rapat koordinasi pembangunan jalur khusus batubara di Kantor Pemkab OKI.

Gedri mengatakan, jalur kereta api ini sangat penting karena menjadi satu-satunya akses mengangkut batu bara dari lokasi tambang ke pelabuhan.

Proyek jalur kereta api khusus batubara ini ditargetkan selesai selama tiga tahun dari 2019-2023, yaitu persiapan lahan dan perizinan (2019) dan tahap kontruksi (Januari 2020—2022).

Bupati OKI melalui Sekretaris Daerah Husin, menyambut baik rencana pengembangan jalur angkutan khusus batubara yang melintasi wilayah Kabupaten OKI ini. “Untuk kepentingan nasional, kami pemerintah daerah siap memfasilitasi baik dari segi administrasi maupun teknis jika sudah ada pelimpahan dari Gubernur” Ungkap Husin.

Dalam pengerjaan proyek ini, Pemkab mengingatkan ke PT BA untuk meminimalisasi dampak kerusakan lingkungan dan sosialnya karena jalur kereta ini akan melintasi persawahan, perkebunan milik rakyat.

Baca juga: Swasta berminat bangun kereta api batubara di Sumsel Rp46 triliun
Baca juga: KAI perluas layanan, di Sumatera siap angkut batubara enam perusahaan

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

KAI stop perjalanan kereta karena ganti jembatan

Komentar