counter

Mnuchin: Percakapan telepon AS-China mengarah ke petemuan langsung

Mnuchin: Percakapan telepon AS-China mengarah ke petemuan langsung

Dari kiri, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, Wakil Perdana Menteri Liu He dari China dan perwakilan perdagangan AS Robert E. Lighthizer, di Beijing awal Mei lalu. (Foto: Andy Wong)

Washington (ANTARA) - Para pejabat Amerika Serikat dan China direncanakan mengadakan percakapan telepon pada Kamis sore, yang akan melicinkan jalan bagi pembicaraan perdagangan langsung, kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin kepada CNBC.

Mnuchin, yang berbicara dari pertemuan puncak G7 di Chantilly, Prancis, mengatakan ia dan Wakil Perdagangan AS Robert Lighthizer dijadwalkan ikut dalam percakapan itu dengan timpalan mereka dari China, demikian laporan Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis. Ia menambahkan percakapan tersebut mengikuti pembahasan sebelumnya dengan staf mereka.

"Kami akan lihat ke mana kami akan tiba," kata Mnuchin di dalam satu wawancara. "Kami akan terus membuat kemajuan. Saya berharap Duta Besar Lighthizer dan saya bisa pergi ke sana untuk mengadakan pertemuan langsung."

Baca juga: Menkeu: AS tidak takut perang dagang

Pasar bursa global terguncang setelah komentar pada Selasa dari Presiden AS Donald Trump, yang kembali mengeluarkan ancamannya untuk memberlakukan tarif lebih lanjut atas impor China.

"Dan kita menghadapi jalan panjang untuk dilalui sepanjang masalah tarif, tempat China prihatin, jika kita ingin. Kita memiliki 235 miliar dolar AS lagi yang dapat kita tempatkan pada tarif jika kami mau," kata Trump dalam satu pertemuan Kabinet di Gedung Putih pada Selasa.

Trump dan Presiden China Xi Jinping pada Juni sepakat untuk menghidupkan kembali pembahasan dagang setelah pembicaraan tergelincir dan berantakan pada Mei.

Baca juga: China: Tarif AS harus dihapus untuk capai kesepakatan dagang
Baca juga: Peneliti: Perang dagang China-AS beri Indonesia peluang


Sumber: Reuters

Jalan santai di Tembok China meriahkan HUT RI

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar