counter

Kelompok warga register Mekar Jaya Abadi makan seadanya di pengungsian

Kelompok warga register Mekar Jaya Abadi makan seadanya di pengungsian

Rumah-rumah warga Mekar Jaya Yang di tinggalkan oleh pemiliknya karena trauma atas kejadian bentrok di register 45 itu, Jumat, (19/7/2019). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Sementara waktu kami tinggal di sini dulu, hingga kondisi benar-benar aman. ini bukan saudara kami tapi orang lain yang berbaik hati memberi kami tumpangan tidur, sebagian dari kami ada juga yang pulang ke kampung halaman,
Mesuji (ANTARA) - Sejumlah warga Register 45 Mekar Jaya Abadi Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung yang mengungsi di tempat-tempat yang aman mengakui hanya makan seadanya saat berada di lokasi pengungsian.

"Makan seadanya aja mas, kadang makan singkong saja. namanya numpang," kata EI (45), salah satu pengungsi saat disambangi di lokasi pengungsian di Mesuji, Jumat.

Ia menjelaskan, pascabentrok keluarganya bersama warga lainnya sama sekali tidak bisa melakukan aktifitas seperti biasanya sebab masih takut ada aksi bentrok susulan ketika pulang ke rumahnya.

"Sementara waktu kami tinggal di sini dulu, hingga kondisi benar-benar aman. ini bukan saudara kami tapi orang lain yang berbaik hati memberi kami tumpangan tidur, sebagian dari kami ada juga yang pulang ke kampung halaman," terang dia.

Ia berharap, kepada pihak kepolisian dan pihak-pihak terkait agar segera menyelesaikan aksi bentrok antar kelompok warga tersebut. Selain tidak bisa melakukan aktifitas, anak-anak juga tidak bisa melaksanakan sekolah seperti biasanya.

"Kami masih trauma, dan belum berani kembali ke lokasi bahkan anak-anak kami pun tidak bersekolah. Kami lebih baik mencari aman saja dulu," katanya.

Baca juga: Kelompok warga Mekar Jaya Abadi takut pulang ke lokasi Register 45

AH (36) kelompok warga Mekar Jaya Abadi lainnya menginginkan situasi seperti ini tidak terjadi lagi di register 45 dan hidup berdampingan dengan kelompok-kelompok warga lainnya.

"Siapa yang mau kejadian seperti ini terulang kembali, kami ke sini untuk mencari rejeki bukan mencari musuh, saya harap ada solusi dari pemerintah yang terbaik," lanjutnya.

Bentrok antarwarga dua kelompok tersebut terjadi pada Rabu siang tanggal 17 Juli 2019 sekitar pukul 14.00 WIB.

Sekitar pukul 11.00 WIB saat itu datang alat berat bajak milik kelompok Pematang Panggang Mesuji Raya dan kemudian melakukan pembajakan di lokasi Register 45 Mekar Jaya Abadi.

Pembajakan tersebut dilakukan di area tanah seluas setengah hektare milik salah satu warga bernama Yusuf (41) yang merupakan kelompok dari Mekar Jaya Abadi.

Baca juga: Polisi temukan beragam senjata di lokasi bentrok antarwarga Mesuji

Kegiatan pembajakan tersebut kemudian diketahui oleh salah satu warga dari kelompok Mekar Jaya Abadi dan kemudian seketika memukul kentongan dan mengamankan warga yang sedang membajak tersebut.

Warga kemudian menanyakan perihal atas perintah siapa untuk melakukan pembajakan tersebut. Namun tidak lama setelah itu, operator bajak disuruh pulang kemudian kembali membawa rekannya dan langsung menyerang kelompok Mekar Jaya.

Akibatnya, bentrok antarwarga di Mesuji itu mengakibatkan tiga orang tewas dan sepuluh orang luka-luka yang saat ini sedang di rawat di Rumah Sakit Bhayangakara, Polda Lampung di Bandarlampung.

Baca juga: Bentrok antarwarga terjadi di Mesuji

Pewarta: Dian Hadiyatna
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar