counter

UI ajak masyarakat bayar token listrik dari kelola sampah

UI ajak masyarakat bayar token listrik dari kelola sampah

Tim Pengmas FMIPA UI mengajak masyarakat Desa Sarimukti, Garut, Jawa Barat untuk melakukan pengelolaan sampah untuk diserahkan ke Bank Sampah Buruken atau Bumi Runtah Token listrik.  (Megapolitan.antaranews.com/HO/ Humas UI/Feru Lantara)

Pengolahan sampah tersebut meliputi, sampah organik yang diolah menjadi pupuk, dan sampah anorganik yang diolah menjadi berbagai produk kerajinan tangan.
Depok (ANTARA) - Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) mengajak masyarakat Desa Sarimukti, Garut, Jawa Barat, untuk melakukan pengelolaan sampah untuk diserahkan ke Bank Sampah Buruken atau Bumi Runtah Token listrik.

"Sampah yang telah dikelola oleh warga tersebut akan memiliki nilai sehingga Buruken dapat mengakumulasi nilai investasi sampah yang telah diserahkan dan dibayarkan berupa token listrik," kata Ketua Pengmas FMIPA UI Astari Dwiranti di kampus UI Depok, Minggu (28/7).

Astari menuturkan dengan adanya edukasi kepada berbagai pihak, mulai dari masyarakat hingga pengelola bank sampah, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk mau mengelola sampah dan kegiatan pengolahan sampah dapat berjalan secara berkesinambungan.

Dosen Biologi tersebut mengatakan program Buruken yang digagas oleh Tim Pengmas FMIPA UI ini diharapkan dapat menggerakkan minat masyarakat untuk mengumpulkan, memilah dan mengolah sampah yang akhirnya memberikan dampak baik bagi keberlangsungan lingkungan hidup di wilayah setempat.

Pada hari pertama dan kedua, tim pengmas memberikan pengenalan jenis-jenis sampah dengan melibatkan 80 orang sebagai peserta. Tim juga memberikan fasilitas berupa kantong semar (wadah untuk mengumpulkan botol air mineral) dan celengan sampah (wadah untuk mengumpulkan sampah kertas dan plastik lunak).

Baca juga: Mahasiswa UI raih juara utama Pilmapres Nasional

Pada hari terakhir, tim pengmas memberikan edukasi dan pelatihan kepada 9 orang kader Buruken tentang teknis mengelola bank sampah, termasuk manajemen keuangan, pencatatan sampah yang masuk, kerapian administrasi, dan sebagainya.

Ia mengatakan pengolahan sampah tersebut meliputi, sampah organik yang diolah menjadi pupuk, dan sampah anorganik yang diolah menjadi berbagai produk kerajinan tangan.

Produk kerajinan yang dihasilkan pun beragam, diantaranya kerajinan tas dan tempat pensil dari plastik lunak, sisa buah dan sayur menjadi cairan MOL (mikroorganisme lokal), wadah tanaman hidroponik dari sampah plastik keras.

Program ini dilaksanakan pada tanggal 17-19 Juli 2019 di Desa Sarimukti, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, dan bekerja sama dengan The Creative Institute, Holistika Institute, serta Star Energy.

Tim Pengmas FMIPA UI terdiri atas tiga dosen, dua asisten, dan 9 mahasiswa dari Departemen Biologi. Direktur Holistika Institute, Cecep Ernanto juga menyampaikan harapannya bahwa metode pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga ini menjadi solusi yang berkelanjutan dalam penanganan sampah.

Sebab pola pengelolaan sampah yang hanya berfokus pada aktivitas membuang sampah dari satu titik ke titik lainnya hanya sekedar memindahkan masalah di satu tempat ke tempat lain.

"Pelatihan pengolahan sampah di tingkat rumah tangga yang dilaksanakan dalam Pengmas UI ini harapannya dapat menjadi model yang dapat diduplikasi di setiap tempat," ujarnya.

Baca juga: Wakili wisudawan, mahasiswa UI sampaikan pidato di UQ Australia
Baca juga: Mahasiswa UI juara umum festival tari di Perancis

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wapres JK resmikan komunitas dan kampus sehat UI

Komentar