counter

Minat investasi di pasar modal masih rendah, ini alasannya

Minat investasi di pasar modal masih rendah, ini alasannya

Ilustrasi: Pelajar melihat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc).

Pemahaman-pemahaman investasi (pasar modal) yang aman untuk nasabah perlu kita tingkatkan
Jakarta (ANTARA) - Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan kondisi investasi pasar modal saat ini masih rendah di Indonesia, mirip Thailand lima tahun lalu.

"Tantangannya itu adalah edukasi. Indonesia mirip Thailand lima tahun lalu," kata Hery Gunardi di Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan kemiripan itu terletak pada rendahnya orang-orang yang melek pasar modal akibat kurang mengerti manfaat dari berinvestasi di pasar modal tersebut.

"Kalau kita lihat investor reksadana tidak sampai jutaan orang," ujarnya.

Dalam instrumen investasi, kata Hery, pasar modal mempunyai dua fungsi yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan.

Fungsi ekonomi berperan untuk mempertemukan dua kepentingan antara investor yang memiliki kelebihan dana dan perusahaan yang memerlukan dana.

Adapun fungsi keuangan berperan memberikan return atau imbalan bagi pemilik dana.

Hery mengungkapkan di Indonesia saat ini orang-orang lebih cenderung menyimpan uang secara deposito karena dijamin aman oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sementara investasi di pasar modal cenderung kurang diminati akibat keuntungan yang diberikan butuh waktu lama.

"Pemahaman-pemahaman investasi (pasar modal) yang aman untuk nasabah perlu kita tingkatkan," ujar Hery.

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Membudayakan gerakan millenial menabung di pasar modal

Komentar