counter

Panitia sakit kepala saat Tokyo kepanasan menjelang Olimpiade 2020

Panitia sakit kepala saat Tokyo kepanasan menjelang Olimpiade  2020

Stadion Olimpiade, salah satu lokasi utama yang diajukan untuk Olimpiade Musim Panas 2020, dalam ilustrasi komputer dari Komite Pengajuan Olimpiade 2020 Tokyo yang dirilis Selasa (8/1). Tokyo merupakan kota Asia pertama yang menjadi tuan rumah Olimpiade tahun 1964. (REUTERS/Tokyo 2020 Bid Commitee/Handout) (IST)

Tokyo (ANTARA) - Temperatur yang melambung di Jepang telah menewaskan sedikitnya 57 orang sejak akhir Juli, kata pemerintah Selasa (6/8), sehingga menyoroti ancaman buat atlet dan penggemar olahraga setahun menjelang Olimpiade.

Penyelenggara pesta olah raga terbesar di dunia itu harus menangani temperatur yang telah mencapai di atas 31 derajat Celsius (88 Fahrenheit) di Tokyo dan sekitarnya sejak 24 Juli, tanggal Pertandingan Musim Panas akan dibuka tahun depan di Ibu Kota Jepang, Tokyo, dan berlangsung 17 hari.

Panas yang menyengat menewaskan 57 orang di seluruh Jepang dari 29 Juli sampai 4 Agustus, kata Badan Penanganan Bencana pada Selasa. Lebih dari 1.800 dibawa ke rumah sakit di Tokyo.

Temperatur musim panas lalu mencapai rekor 41,1 C tepat di sebelah utara Tokyo, yang pertama menjadi tuan rumah Olimpiade pada 1964, ketika pertandingan diselenggarakan pada Oktober guna menghindari panas. Empat tahun kemudian, Mexico City Games juga dipindahkan jadi Oktober.

Sejak 1976 sebagian besar pertandingan musim panas telah diselenggarakan pada musim panas di Belahan Bumi Utara karena jadwal olah raga dan penyiaran internasional --sehingga memaksa penyelenggara Tokyo menemukan cara untuk menjaga atlet dan puluhan ribu penggemar tetap sejuk dan tidak dehidrasi.

"Kondisi cuaca seringkali menjadi tantangan buat penyelenggara dalam Olimpiade dan Paralympic Games di masa lalu. Kami juga memahami persaingan papan atas kadangkala dapat diselenggarakan di kota besar bahkan dengan pola cuaca yang lebih keras dibandingkan dengan di Tokyo," kata Juru Bicara Tokyo 202 Masa Takaya, sebagaimana dikutip Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu.

Olimpiade Athena 2004 dan Beijing Games 2008 juga diselenggarakan di kota besar yang terkenal karena udara menyengat musim panas mereka.

"Sehubungan dengan ini, masukan dan keahlian dari IOC dan federasi olah raga dari pengalaman masa lalu mereka sangat berharga," katanya. Ia merujuk kepada Komite Olimpiade Internasional.

Penyelenggara Olimpiade Tokyo sedang menilai langkah untuk menghadapi panas dari semprotan embun dan kemasan es buat daerah istirahat yang teduh dan tenda di pos pemeriksaan keamanan.

"Kami akan terus bekerjasama secara erat dengan Tokyo Metropolitan Governement, pemerintah nasional dan pemegang saham terkait guna memastikan keberhasilan penyelenggaraan Pertandingan," kata Takya.

Sumber: Reuters
Baca juga: Satu tahun jelang Olimpiade, Tokyo dinilai paling siap
Baca juga: Tokyo berusaha atasi masalah transportasi saat Olimpiade
Baca juga: Pekerja di Tokyo diminta bekerja dari rumah selama Olimpiade

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yogyakarta, siapkan Atlet panjat tebing menuju Olimpiade Tokyo 2020

Komentar