Jakarta (ANTARA News) - Ketua Departemen Organisasi Kepemudaan dan Kaderisasi (OKK) DPP Partai Golkar Yuddy Chrisnandi menyatakan siap mundur apabila Siti Hardiyanti (Mbak Tutut) maju mencalonkan diri dalam bursa ketua umum Golkar pada Munas di Pekanbaru, Riau, Oktober mendatang.

"Saya sampaikan kalau Mbak Tutut, kalau mau maju jadi ketua umum, saya akan mundur dari pencalonan dan akan memberikan dukungan penuh kepada Mbak Tutut," kata Yuddy di Gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat.

Yuddy menjelaskan, ia telah bertemu dengan Mbak Tutut usai Shalat Tarawih di Jl Cendana Jakarta, Kamis (27/8) malam. Dalam pertemuan itu sebenarnya, Yuddy meminta restu untuk pencalonan diri sebagai ketua umum dalam Munas mendatang.

"Saya bersedia mundur kalau Mbak Tutut maju," kata Yuddy yang menambahkan pernah bekerja cukup lama untuk Mbak Tutut sehingga tahu integritas dan kepemimpinannya.

Menurut Yuddy, Mbak Tutut memenuhi persyaratan untuk mencalonkan diri atau dicalonkan sebagai ketua umum dalam Munas mendatang. Tutut pernah menjadi pengurus di DPP Golkar selama satu periode.

"Mbak Tutut juga masih memiliki kartu tanda anggota (KTA) Golkar," katanya.

Menurut Yuddy, setelah mendengar dukungan darinya, mantan menteri sosial itu masih mempertimbangkan untuk kemungkinan mencalonkan diri.

"Beliau perlu waktu untuk kontemplasi, menimbang-nimbang. Mudah-mudahan beberapa hari ke depan bisa memberikan jawaban," kata Yuddy.

Mengenai kiprah politik Mbak Tutut yang pernah di Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) yang dipimpin mantan KSAD Jenderal (Purn) R Hartono, menurut Yuddy, Mbak Tutut tidak pernah menjadi anggota PKPB.

Mbak Tutut hanya pernah dicalonkan sebagai presiden oleh PKPB, tetapi tidak pernah menjadi anggota PKPB.

"Saya tahu persis, di PKPB Mbak Tutut memang capres. Tetapi Mbak Tutut belum pernah keluar dan masih pegang NPAG," katanya.

Karena itu, kata Yuddy, Mbak Tutut memenuhi persyaratan untuk menjadi calon ketua umum partai pada munas mendatang.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009