Bojonegoro (ANTARA News) - Tabrakan antara bus Jaya Utama dengan mini bus Susuki Carry di jalur pantura di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar Tuban, Jawa Timur, Kamis pukul 10.45 WIB mengakibatkan tujuh orang tewas.

"Kami masih belum penyebab pasti terjadinya kecelakaan itu," kata Kasubag Lantas Polwil Bojonegoro, Kompol Gufron LI, Kamis. Dua kendaraan tersebut berjalan dengan kecepatan tinggi dan beradu muka.

Jaya Utama dengan No. L 8985 NO yang dikemudikan Nasri (24), asal Desa Modo, Kecamatan Modo, Lamongan, yang berjalan dari arah timur, bertabrakan dengan Susuki Carry dengan No. N 1882 AC yang dikemudikan Mashuri (47), asal Malang.

Dari keterangan yang diperoleh, ketika itu, kendaraan Susuki Carry dari arah barat berjalan oleng dan melaju mengambil jalur di jalan kendaraan dari arah berlawanan.

Mashuri dengan keluarganya baru berlebaran dari Kudus, Jawa Tengah dan dalam perjalanan pulang ke Malang.

"Tujuh korban yang tewas sekarang dirujuk ke RSUD Dr. Koesma Tuban, termasuk yang menderita luka-luka," kata Gufron menjelaskan.

Mereka yang tewas, dari satu keluarga yakni pasutri Mashuri (47) dan Yuliati (39), Fita Anggraeni (19), Venny Anggraeni (16), Abu Bakar (9) dan dan seorang balita berusia tujuh bulan, Naswa. Mereka semua, warga jalan Kolonel Sugiono 5 Malang.

Korban meninggal lainnya yakni Paeman (40), asal Sragen, Jawa Tengah, dari awak bus Jaya Utama. Selain itu, ditemukan tiga korban luka parah dari penumpang bus dan sekarang ini terpaksa harus menjalani rawat inap di RSUD Dr. R.Koesma, Tuban, M. Kholiq (38), Rotun (25) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, Intan Nurcahyati.(*)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2009