Singapura (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Singapura sepakat untuk mengkaji hubungan kedua negara saat ini dan melihat hubungan kedua negara dalam jangka panjang, enam bulan mendatang di Singapura.

Hal itu dikemukakan oleh Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal kepada wartawan di Hotel Marina Mandarin SIngapura, Kamis malam, seusai mendamping Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pertemuan dwipihak dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

"Indonesia dan Singapura sepakat melakukan pertemuan retreat (informal) enam bulan dari sekarang di Singapura untuk mengkaji hubungan Singapura dan Indonesia saat ini dan melihat dalam `long term` (jangka panjang)," katanya.

Menurut Dino, kedua negara memang memiliki kebiasaan untuk melakukan pertemuan dwipihak secara rutin.

"Mekanismenya sudah ada, keduanya punya banyak mekanisme pertemuan yang sudah baku, ...pertemuan kali ini adalah pertemuan tingkat tinggi," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kedua negara telah memiliki suatu kedekatan yang khusus, misal geopolitik dan geoekonomi, sebagai dua negara tetangga.

"Indonesia juga adalah mitra dagang nomor lima bagi Singapura. Pada 2008 nilai perdagangan kedua negara mencapai 35 miliar dolar AS," katanya.

Ia mengatakan bahwa potensi hubungan kedua negara sangat besar sehingga perlu dikaji arah dari hubungan kedua negara di masa depan.

Dino tidak merinci lebih jauh mengenai apa yang dimaksud dengan mengkaji hubungan kedua negara, namun dalam beberapa waktu terakhir Indonesia dan Singapura memiliki sejumlah isu yang belum selesai antara lain perundingan ekstradisi yang masih dihentikan, penyelesaian permasalahan perbatasan, dan tenaga kerja.

Lebih lanjut Dino menjelaskan bahwa dalam pertemuan dwipihak itu Presiden Yudhoyono mengundang lebih banyak pengusaha Singapura untuk melakukan investasi di Indonesia. Nilai investasi Singapura di Indonesia pada 2008 senilai 1,5 miliar dolar AS dalam 184 proyek.

Presiden Yudhoyono melakukan kunjungan kerja selama empat hari, 12-16 November, di Singapura. Pada hari pertama Presiden melakukan kunjungan kenegaraan ke Singapura, kunjungan kenegaraannya yang kedua setelah Malaysia pasca pelantikannya untuk masa jabatan kedua.

Dalam kunjungan itu, Presiden melakukan pertemuan dengan Presiden Singapura SR Nathan, Minister Mentor lee Kuan Yew dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong.

Kemudian pada 13-16 Novembe3 , Presiden dijadwalkan mengikuti rangkaian pertemuan puncak Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) dan melakukan sejumlah pertemuan dwipihak di sela-sela rangkaian pertemuan APEC.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009