Semarang (ANTARA News) - Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Prof Mungin Eddy Wibowo mengatakan, putusan Mahkamah Agung (MA) yang melarang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tak mempengaruhi penyelenggaraan UN pada 2010.
"Kami akan tetap menyelenggarakan UN pada 2010 sesuai dengan jadwal yang ditetapkan dan hal itu juga telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan," katanya saat dihubungi dari Semarang, Rabu.
Menurut dia, sesuai dengan amanat PP Nomor 19/2005 tersebut, BSNP berkewajiban untuk menyelenggarakan UN bekerja sama dengan berbagai pihak, antara lain pemerintah, pemerintah daerah, setiap satuan pendidikan, termasuk kalangan perguruan tinggi.
Penyelenggaraan UN 2010 menurut dia, juga didasari Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 75/2009 tentang UN tingkat SMA dan SMP, serta Permendiknas Nomor 74/2009 tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) untuk SD.
Ia mengatakan, sesuai PP Nomor 74/2009 tersebut, UN tingkat SMA, MA, dan SMK 2010 akan diselenggarakan pada minggu ketiga Maret 2010 mendatang, sedangkan UN untuk SMP akan diselenggarakan satu minggu setelah pelaksanaan UN tingkat SMA, MA, dan SMK.
"Kami memang mengakui dalam penyelenggaraan UN terdapat berbagai tindak kecurangan, namun kami tetap melakukan evaluasi dan perbaikan berkaitan dengan penyelenggaraan UN setiap tahunnya," kata guru besar Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu.
Berkaitan dengan putusan MA itu, Mungin mengatakan, pihaknya akan mempelajari putusan MA terkait penolakan kasasi perkara UN yang diajukan pemerintah, sebab pihaknya hingga saat ini belum mendapatkan salinan resmi putusan MA tersebut.
Mungin menilai, penyelenggaraan UN secara obyektif, transparan, dan akuntabel tetap diperlukan, sebab hasilnya dapat digunakan untuk memetakan mutu pendidikan secara nasional, menentukan kelulusan, dan digunakan dalam seleksi masuk ke perguruan tinggi.
"Namun, UN hanya salah satu indikator penentu kelulusan, sebab masih ada beberapa indikator lain yang menjadi penentu kelulusan selain UN, seperti ujian akhir sekolah (UAS)," kata Mungin.
Perkara itu bermula dari "citizen lawsuit" (gugatan warga negara) yang diajukan Kristiono dan kawan-kawan terhadap presiden, wakil presiden, Menteri Pendidikan Nasional, dan Ketua BSNP yang dinilai lalai memenuhi kebutuhan hak asasi manusia (HAM) di bidang pendidikan.
Pada peradilan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, gugatan tersebut diterima. Pengadilan Tinggi Jakarta menguatkan putusan itu pada 6 Desember 2007. Pemerintah lalu mengajukan kasasi ke MA.
Akhirnya, MA melarang UN yang digelar Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), sebab kasasi gugatan UN yang diajukan pemerintah ditolak MA. MA memutuskan menolak kasasi perkara itu dengan nomor register 2596 K/PDT/2008 yang diputus pada 14 September 2009.(*)
BSNP: Putusan MA Tak Pengaruhi Ujian Nasional
COPYRIGHT © 2009
Top Stories
- Lapan: Badai Matahari 2012 Bukan Kiamat
- Bintang Oscar Habis-habisan Tampil Cantik
- "The Cove" Gondol Oscar, Orang Jepang Ngamuk
- Jusuf Kalla: "Biarlah. Biarlah"
- Asteroid Raksasa Penyebab Kepunahan Dinosaurus
- Pertumbuhan Teknologi Mobile Tertinggi di Pedesaan
- Bioteknologi Hendaknya Perhatikan Kepentingan Petani Kecil























Komentar Pembaca
duch hikz.......hikz....hikz......... dech
padahal kan UAN tuch untung'' an...........
dan itu sangat merugikan banyak pihak,termasuk orang tua dari anak tersebut.....
yang mana terbaik dah..........
law tetap curang n mrsak mental ngapain UN????????
mengapa slm 3 taon kt bljr mati-matian tp hanya ditentukan oleh brp ari UN tsb??
sngt tidak adil..
UN hanya untung2an!
bkt'a bnyk juara2 klz yg gag lulus pd UN,sblk'a yg biasa'a gag prnh bljr,gag prnh dpt nilai bgs,tb2 dpt lulus UN dgn nilai yg tinggi2,bukankah ini ckp mencurigakan?
klu curang buat apa ada UN ...
mending gg ada sekalian ...
kasian buat yang bener2 dari kemampuan sendiri ..
setara ma orang yang kemampuannya berbeda .. .
klu gg balik kayak dulu lagi ada EBTA ..
dengan kualitas guru yang bagus juga ...
jangan cuma guru yang mw cari duit doang!!!!
klo bner2 UN dtiadakan, mngkin bnyk org yg mnytujuinya. Sebab sdah byk trjadi siswa/siswi yg sbnarnya tdak bdoh tetapi mrka tdak lulus, mlah sbliknya mrka yg krng pntar bnyak yg lu2s. Tentu hal itu sngt mrgikan bg mreka yg "pintar"
msa sklah slma 3th dan biaya yg dkluarkan ckup byk dgn hanya 3 hri smuanya mnjadi sia2....????????
Sek0lah didesa msh krg sekali persyaratan bt uN..
Kalau pendidikan indo da bgz,baik prasarana maupun sarana..
Un br dilanjtkan lg..
Jadi turutin j kt ma,ga ush un dl0..
SAYa SEtuju UN di tiadakan!!!!!!!!!!!!!
UN itu CURANG!!!!
sepertinya UN itu di adakan hanya untuk keperluan kantong2 penyelenggara UN saja!!!!!!!!!!!!!!
UN kan nasib"an...coZ belum tentu yang g lu2s itu ankny g pinter lh0w..
Kesuksesan banyak yang tidak ditentukan oleh lulus dan tidaknya UAN. Bahkan tidak oleh pintar dan bodohnya seseorang.
kami berharap jika un 2010 ditiadakan, 98% siswa/siswi kelas xii setuju..........
mutu pendidikan indonesia secara general minus, apalagi di daerah2
demi mutu pendidikan secara nasional uan dibutuhkan setidaknya 10 thn, walaupun ada korban2
karena itu pemerintah wajib bembenahi tata laksana uan dengan sebaik mungkin.
ingaa..inga.. pendidikan indonesia jauh ketinggalan dibanding malaysia...
msi tetap ada??
hhhadduuhh...
pkir atuh mah...
beljar tga thun cmn d tntkn dngn 5 hari??
yg bner aja..
kalo gni ngpain sma di buat smpe 3 thn kalo klulusan ny cmn d tntkn hnya dngn wktu 5 hari??
ini bkn bkin pljar indonesia maju!!
mlah bwt para pelajar jadi frustasi mikirin UAN..
belum lg isu kalo murid ny akan di acak2..
di pindahkan k sklah laen..
wwwaaaahhh...
bs mati stress anak2 pljar indonesia..
banyanggin aj anak pintar yg jujur abiz gk lulus, tp anak yang berandal abiz dengan gampangnya nyontek trs lulus.....jd menurut gw lebi baik g perlu l UN...mending klo lulus(amiieennn), klo g gmn(amit2 cabang bayi).....kasian ortu donk yg dah capek2 kerja bwt skolah anaknya dr kecil ngarep anaknya jd org sukses malah hancur HANYA DALAM 3 HARI... tp klo hrs diadakan saran dr gw sich sistemnya hrs byk diperbaiki
thx^^v
Justru Standard kelulusan UAN lah yg sangat dibutuhkan saat ini untuk memacu murid2 dan guru2 seINDONESIA agar mereka berjuang demi pendidikan yg bermutu. Bicara kejujuran, banyak juga guru2 neko2 utk meluluskan anak2 tanpa dasar, bahkan org tua berpangkat ikut2an ngancam guru utk anaknya diluluskan. Bobroknya pendidikan saat ini, murid2 kerjanya tauran gak belajar, guru2 cuek utk mengupgrade diri dlm mendidik. SECARA NASIONAL PEN. IND. M E N G K A W A T I R K A N
Lebih tepat seperti dulu EBTA EBTANAS, anak jadi lebih termotivasi mencari jumlah nilai tertinggi.
LULUS dengan batas minimum dan LULUS dengan nilai tinggi... nda ada bedanya..yang penting LULUS...
jangn smakn kualitas otak bangsa indonesia dg kualitas otak bangsa / negara maju lainnya....
Krn sy mlihat byk keganjilan dlm hal pnentuan juara disekolah,terlalu bnyk fctor pnentu. Ktkanlah dekat si A .sdr si A , ayahnya Anu, les sm anu dll. hanya dgn UAN smua akn terlihat