Jakarta (ANTARA News) - Kerugian yang disebabkan kebakaran di Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis dinihari, ditaksir mencapai Rp8,5 miliar. Pasar Senen mengalami kebakaran pada Kamis (10/3), sekitar pukul 00.30 WIB. Kobaran api baru berhasil dipadamkan pada pukul 03.00 WIB, setelah 250 kios dan 80 lapak pedagang kaki lima (PKL) musnah terbakar.

"Kerugian dari bangunan fisik diperkirakan mencapai Rp3 miliar, dan sisanya barang milik pedagang," kata Kepala PD Pasar Jaya, Djangga Lubis, di Jakarta, Kamis.

Hingga Kamis sore, Djangga menyebut relokasi pedagang yang terkena dampak kebakaran belum dilakukan PD Pasar Jaya.

"Sampai sekarang, kami masih membereskan puing-puing bangunan sisa kebakaran," katanya.

Menurut Djangga, kebakaran diduga terjadi bukan karena adanya korsleting listrik dari ruko-ruko yang berada di pasar tersebut, tetapi karena api dari PKL yang berada di luar ruko.

"Tapi penyebab pastinya masih diselidiki oleh polisi," ujarnya.

Kecurigaan bahwa kebakaran itu disengaja memang sempat beredar di kalangan pedagang di Pasar Senen, karena mereka sempat menolak rencana renovasi pasar yang akan segera dilakukan PD Pasar Jaya, namun Djangga menyangkal adanya hal seperti itu.

"Kami sudah mengumpulkan para pedagang, supaya tidak saling tuding dan saling curiga. Jangan sampai mereka berpikir, pasar sengaja dibakar karena ada proyek baru di atas lahan tersebut," katanya.

Meskipun demikian, Djangga mengakui rencana renovasi itu telah disiapkan sejak lama, dan sempat mengalami hambatan karena adanya penolakan pedagang.

"Rencana ini sudah ada sejak 2004, namun baru 70 persen pedagang yang setuju terhadap rencana itu," katanya.

Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran membutuhkan hingga 30 mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api di Pasar Senen tersebut.

Kepala Bidang Partisipasi Masyarakat Dinas Pemadam Kebakaran Risanto mengatakan api cepat membesar karena banyaknya barang yang mudah terbakar seperti plastik, kain dan karet.

"Selain itu, kami mengalami kesulitan memadamkan api karena asap tebal, keadaan gelap, dan pintu ruko berbentuk rolling door," katanya.

(T.A043/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010