Jakarta (ANTARA News) - Komisi II DPR akan segera memanggil Gubernur DKI Jakarta untuk meminta penjelasan soal eksekusi lahan di Kelurahan Koja Kecamatan Tajungpriok Jakarta Utara yang kemudian berbuntuti kerusuhan dan menelan korban jiwa.

"Komisi II akan meminta penjelasan Gubernur DKI Jakarta mengapa eksekusi lahan tersebut sampai terjadi kerusuhan dan menimbulkan korban jiwa," kata anggota Komisi II DPR Yasonna H Laoly pada diskusi "Siapa Butuh Satpol PP" yang diselenggarakan sebuah radio swasta di Jakarta, Sabtu.

Agar informasi yang diperoleh Komisi II DPR berimbang, Komisi II akan memanggil tokoh masyarakat setempat dan ahli waris almarhum Habib Hasan Al Hadad atau Mbah Priok.

Yasonna menjelaskan, dari penjelasan Gubernur DKI, tokoh masyarakat dan ahli waris akan diketahui apa yang sebenarnya terjadi pada eksekusi lahan di Keluaran Koja Kecamatan Tanjungpriok Jakarta Utara Rabu lalu.

Penjelasan itu juga akan mengetahui apakah kerusuhan itu murni perlawanan masyarakat atau ada pihak lain yang turut membantu masyarakat.

Yasonna mengingatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk lebih persuasif dan mensosialisasikan dahulu pembebasan lahan di Koja Tanjungpriok. "Apalagi di lahan tersebut ada makam yang dikeramatkan oleh warga setempat, sehingga situasinya menjadi sangat sensitif," katanya.

Menurut dia, hendaknya pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan sosialisasi dan pendekatan persuasif melalui tokoh masyarakat setempat sampai kondisi nya benar-benar kondusif.

Informasi yang dihimpun, Satpol PP Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan eksekusi pembebasan lahan untuk perluasan terminal peti kemas PT Pelindo II.

R024/O001/AR09

Pewarta: Ricka Oktaviandini
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010