Yogyakarta (ANTARA News) - Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang menamakan diri Titik Hitam Production menggelar pameran kain lurik bertema "Kado Buat Ibu" untuk mengangkat kembali dan mempromosikan kain tenun hasil budaya tradisional itu.

"Kegiatan tersebut sebagai upaya pelestarian nilai budaya Indonesia serta memberikan penghargaan atas peran dan kontribusi para ibu pembuat kain tenun itu dalam kehidupan keluarga," kata Ketua Titik Hitam Production Ghozian A Pradhana, di sela pameran `Kado Buat Ibu` di Galeri Amri Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, melalui pameran ini masyarakat Indonesia diharapkan akan lebih mencintai dan menghargai kain lurik sebagai produk lokal.

"Dengan memakai lurik, secara tidak langsung masyarakat juga ikut dalam mengurangi pengangguran dan memberdayakan hasil kreativitas perempuan, mengingat kain itu diproduksi dengan tangan perempuan sebagai bagian dari masyarakat lokal Indonesia," katanya.

Ia mengatakan kemajuan Indonesia di bidang pariwisata dan industri lokal saat ini sangat ditunjang kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing dengan negara lain. Salah satu cara untuk meningkatkan industri lokal adalah dengan cara menumbuhkan kepedulian terhadap hasil budaya lokal itu sendiri.

"Kain tenun lurik merupakan salah satu warisan budaya yang harus dipertahankan keberadaannya, sekaligus mendorong dan memberdayakan perempuan untuk berkontribusi dalam memperbaiki penghidupan dan kesejahteraan keluarga," katanya.

Menurut dia, tema "Kado Buat Ibu" dipilih karena pameran diselenggarakan bertepatan dengan momentum Hari Ibu, dan untuk mengingat besarnya peran ibu, baik dalam kehidupan keluarga maupun bangsa dan negara. Ibu merupakan sosok istimewa yang memiliki peran yang sangat besar dalam aspek kehidupan luas.

"Untuk itu, penghargaan pantas diberikan kepada para ibu dengan cara masing-masing melalui hal terkecil sekali pun, salah satunya dengan mengadakan pameran yang berlangsung hingga 26 Desember 2010 tersebut," katanya.(*)
(L.B015*E013/M008/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010