Sabtu, 1 November 2014

ASI Dijual di Pasar Gelap China

| 3.171 Views
id air susu ibu
Beijing (ANTARA News) - Meski kontroversial, membeli dan menjual ASI (Air Susu Ibu) di Eropa dan Amerika masih dapat dilakukan secara terbuka dan bahkan dapat diproses menjadi es krim dan yoghurt. Tetapi lain halnya di China, susu eksklusif untuk bayi itu dijual di pasar gelap (black market).

Kementrian kesehatan China mengungkapkan keprihatinannya atas perdagangan ilegal ASI di pasar gelap. Hal itu ilegal karena tak ada jaminan kesegaran dan kemurnian dari ASI yang seharusnya ibu berikan secara eksklusif pada bayi mereka.

ASI yang dijual telah diperoleh dari para ibu yang mengalami kelebihan produksi susu yang akhirnya dijual pada ibu yang hanya memproduksi ASI dalam kuantitas yang tidak memadai.

Meski banyak yang mengatakan mereka menjualnya untuk mendapatkan penghasilan tambahan, ASI ilegal dijual sangat murah di pasar gelap. Kisaran harganya antara 39 hingga 100 yuan ( sekitar 6 hingga 15 dolar AS) tergantung kesegarannya.

Meski begitu, karena rata-rata ASI yang dijual telah dibekukan, dan hal itu sulit untuk dibedakan apakah ASI itu benar-benar masih segar atau telah disimpan untuk waktu lama.

Resiko lainnya untuk pembelia dalah tak ada jaminan bahwa itu merupakan ASI murni karena bisa dicampur dengan susu sapi.

"Meskipun itu ASI murni, gizi yang diperlukan pada setiap bayi berbeda dan hanya dapat dipenuhi dari susu yang dihasilkan oleh ibu mereka sendiri," kata Zhang Junping, Dokter kandungan dari rumah sakit spesialis kandungan dan ginekologi di China, seperti dikutip dari Medindia.

Junping Juga menaruh perhatian mengenai perbedaan dalam komposisi ASI yang dijual,karena hal itu bisa memicu alergi pada bayi yang mengonsumsi ASI itu.

Tak disebutkan apakah ASI itu mengandung bakteri atau kuman lain selama masa penyimpanan. Bayi yang mengonsumsi ASI itu bisa terkena infeksi yang mematikan.

Menurut peraturan kementrian kesehatan China, ASI dikategorikan sebagai makanan khusus yang tak boleh di proses dan dijualbelikan.
(*)

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar Pembaca
Baca Juga