Denpasar (ANTARA News) - Festival layang-layang "Sanur International Kite Festival" yang digelar di Pantai Mertasari, kawasan Pantai Sanur, Bali, 5-7 Agustus 2011, diikuti sekitar 1.100 layang-layang aneka bentuk dan ukuran.

Ketua Panitia Pelaksana Sanur International Kite Festival (SIKF), Kadek Dwi Armika ST di Sanur, Jumat mengatakan, kegiatan yang dimaksudkan untuk mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah dan negara itu merupakan bagian dari Sanur Village Festival (SVF) yang puncaknya dijadwalkan pada November 2011.

Peserta telah mendaftarkan sekitar 1.100 layang-layang berasal dari berbagai negara. Peserta internasional yang telah menyampaikan konfirmasi kehadirannya antara lain dari Swedia, Australia, China, Korea, India, Taiwan, Thailand, Malaysia dan Singapura.

Sedangkan peserta nasional antara lain dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang dan tuan rumah Bali.

"Untuk peserta lokal tercatat dari seluruh daerah di Bali," kata Kadek Dwi Atmika menjelaskan.

Festival kali ini memperlombakan enam kategori, yakni janggan remaja, janggan besar, bebean, bebean khas Sanur, pecukan dan kreasi baru (dua dimensi, tiga dimensi dan flat).

Yang menarik dari kompetisi ini, kata dia, bagi "The Best of Creative Kite" akan mendapatkan tiket gratis terbang bersama Thai Airways sekaligus mengikuti International Kite Festival pada 11 Maret 2012 di Thailand.

Di samping kompetisi layang-layang dalam International Kite Festival kali ini juga digelar kompetisi fotografi yang juga bertaraf international dengan peserta dari berbagai negara.

Kadek Dwi Atmika menjelaskan, kompetisi fotografi sangat berarti sebagai pengembangan program festival layang-layang SVF yang nantinya dapat memberikan ruang dan kesempatan bagi fotografer muda untuk memanfaatkan momentum dan bersaing dalam kompetisi ini.

Kadek Dwi Atmika yang sering mengikuti kompetisi layang-layang tingkat internasional, pernah menyabet prestasi dunia sebagai "The Best of Kite Creative" di Paris, Prancis.

SVF dengan program Internasional Kite Festival telah menorehkan catatan bagi agenda festival dan kompetisi layang-layang tingkat dunia.

"Kami intens menjalin komunikasi dengan masyarakat penggemar layang-layang dunia dan berupaya bekerja sama dengan panitia festival di negara lain," katanya.

Menurut Ketua SVF Ida Bagus Gede Sidharta Putra, ada beberapa kegiatan SVF yang sangat tergantung cuaca seperti festival layang-layang, memancing, dan wind surfing.

"Festival layang-layang bisa digelar fleksibel sesuai dengan musim angin seperti kali ini mendahului, tapi tetap dalam bingkai SVF," katanya.

Menurutnya, festival layang-layang memiliki komunitas tersendiri yang boleh dikatakan militan. Acara ini selalu ditunggu-tunggu, apalagi oleh masyarakat layang-layang di Bali yang mempersiapkan jenis bebean dan janggan dalam ukuran besar.

Sedangkan bagi peserta internasional, momentum festival layang-layang di Bali merupakan dambaan karena bisa sekaligus berwisata dan menngenal seni budaya setempat.

Ditambahkan, kegiatan puncak SVF digelar bersamaan Pameran Flori & Flora Nasional (PF2N) pada 18-21 November 2011 di kawasan Pantai Matahari, Sanur.(*)

(T.I020/T007)