Tokyo (ANTARA News) - Perdana Menteri tengah-kiri Jepang Naoto Kan Jumat mengumumkan dirinya akan mengundurkan diri sebagai ketua Partai Demokrat Jepang yang berkuasa, merintis jalan bagi negara itu untuk mendapatkan pemimpin baru keenam dalam lima tahun.

Inilah daftar sejumlah nama penerus potensialnya, seperti dilaporkan AFP:

Seiji Maehara, 49:

Mantan menteri luar negeri garis keras dan mengaku penyuka hal detail dipandang sebagai calon favorit untuk menggantikan Kan, dan dengan begitu akan menjadi perdana menteri Jepang pascaperang termuda.

Dia menjadi terkenal tahun lalu ketika dalam perselisihan sengit dengan rival regional dan historis China dan juga secara terpisah dengan Rusia menyangkut perselisihan kepulauan.

Lama dipandang sebagai seorang politisi kaliber perdana menteri, dia adalah seorang legislator sukses dengan bekerja keras sendiri dalam sebuah dunia perpolitikan yang lama didominasi para keturunan mantan politisi. Dia memimpin partai dari 2005 hingga 2006.

Seorang lulusan Universitas elit Kyoto, Maehara mengenyam Institut Kepemerintahan dan Manajemen swasta Matsushita, yang menggunakan latihan keras dan meditasi dalam programnya untuk menempa para pemimpin politik modern.

Maehara berhenti dari kabinet Kan Maret setelah mengakui menerima pendanaan sekitar 3.000 dolar dari seorang pemilik restoran etnis Korea, teman keluarga sejak masa kecilnya, yang bertentangan dengan hukum Jepang.

Dia telah menganjurkan pemacuan pertumbuhan Jepang sebagai lebih penting daripada menaikkan pajak.


Yoshihiko Noda, 54:

Menteri Keuangan yang sekarang dikenal lebih sebagai sepasang tangan aman daripada seorang visioner berani, meskipun dia belakangan dicatat karena lantang mendukung penjahat perang Jepang.

Sebagai menteri keuangan, Noda telah mengawasi kemerosotan ekonomi nomor tiga dunia ke dalam resesi sesudah bencana 11 Maret memicu krisis terburuk pascaperang, dan telah berulang kali menyerang pasar mata uang untuk melemahkan yen yang kuat.

Dia mendukung kenaikan pajak untuk membenahi keuangan negara yang dengan cepat menua dimana utang publik dua kali besar ekonomi 5 triliun itu, rasio tertinggi di dunia industrialis.

Bulan ini, pada peringatan ulang tahun penyerahan Jepang dalam Perang Dunia II dia mengatakan bahwa para penjahat perang Jepang Kelas-A yang dibuktikan oleh pengadilan Sekutu adalah pada kenyataannya bukan para penjahat perang.


Banri Kaieda, 62:

Kaieda, seorang ekonom terkenal sebelum menjadi politisi, dipilih sebagai menteri kebijakan fiskal pada September tahun lalu ketika Kan melakukan reshufle kabinet besar-besaran tiga bulan sesudah memegang kekuasaan.

Dia terus berada di kabinet sebagai menteri perekonomian, perdagangan dan industri pada reshufle lain pada Januari dan berada di garis depan dalam upaya untuk mengatasi krisis nuklir di Fukushima sejak tsunami Maret.

Dia kemudian berselisih dengan Kan, yang membuat pergeseran kebijakan menjauhi pembangkit listrik nuklir sementara Kaieda sedang mencoba untuk meyakinkan pemerintahan lokal agar menghidupkan kembali reaktor-reaktor nuklir yang offline sesudah bencana tersebut.

Kaieda secara terbuka menangis di parlemen pada Juli ketika seorang legislator menuntut dia mengatakan kapan dia akan mundur. Kaieda kemudian mengatakan dia menghapus air mata karena emosi yang meluap menyangkut peristiwa-peristiwa sejak petaka tersebut.


Michihiko Kano, 69:

Kano telah menjabat sebagai menteri pertanian, kehutanan dan perikanan sejak Kan mereshufle kabinetnya pada September tahun lalu.

Politisi veteran tersebut memegang pos yang sama lebih dari dua dasawarsa lalu sebagai anggota Partai Liberal Demokrat konservatif yang waktu itu-berkuasa, dari mana dia membelot pada 1994.

Kano telah mendesakkan persatuan dari partai yang rentan perselisihan internal itu namun tidak berada diantara favorit publik sebagai perdana menteri mendatang.


Sumio Mabuchi, 51:

Mabuchi, seorang mantan insinyur di sebuah perusahaan konstruksi, adalah menteri infrastruktur dan transportasi ketika Jepang dilibatkan tahun lalu dalam perselisihan teritorial pulau sengit dengan China.

Ayah enam orang anak, yang hobinya termasuk binaraga, diberi nama panggilan "The Terminator" untuk fisiknya dan "Gorila Kesepian" mengacu pada kenyataan bahwa dia bukan anggota intra-partai faksi.

Dia menolak kenaikan pajak namun menganggap pemerintah harus meninjau kembali pembayaran jaminan sosial. (ANT/K004)