Banjarmasin (ANTARA News) - Anggota Komisi I DPR-RI dari Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid, menilai perbatasan Indonesia dengan Malaysia dan Papua Nugini (PNG) adalah yang paling rawan dan mengancam disintegrasi bangsa.

"Namun kerawanan perbatasan Indonesia dengan dua negara tetangga tersebut berbeda," katanya menjawab ANTARA, usai halal bihalal keluarga besar PKS se Kalimantan Selatan, di Banjarmasin.

Ia menerangkan, kalau yang menonjol dari perbatasan Indonesia dengan Malaysia adalah soal sosial ekonomi di mann tingkat kesejahteraan rakyat negeri jiran terlebih lebih baik, maka kerawanan perbatasan Indonesia dengan PNG terletak pada segi keamanan.

Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia harus terus berupaya menghilangkan kerawanan-kerawanan itu, diantaranya lewat pembinaan melalui pemberitaan.

Dia menilai pemerintah Indonesia harus menambah jaringan dan siaran radioa dan televisi agar daerah-daerah perbatasan bisa menerimanya.

"Dengan mendengar atau mengetahui siaran radio dan pemberitaan televisi Indonesia, warga perbatasan dapat pula mengetahui bagaimana perhatian serta upaya-upaya pemerintahnya," kata dia.

Sedangkan pembinaan teritorial dilakukan dengan membuat tentara di daerah-daerah perbatasan menyatu dengan masyarakat setempat.(*)

KR-SHN/B013

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2011