Yogyakarta (ANTARA News) - Kawasan permukiman di wilayah terdampak aliran lahar dingin Gunung Merapi akan dipasangi bronjong (tempayan terbuat dari bambu) untuk mengantisipasi banjir lahar tersebut saat musim hujan, kata Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Kami mengimbau pihak terkait untuk segera melakukan pemasangan bronjong dengan prioritas di kawasan yang dekat dengan permukiman. Hal itu dimaksudkan sebagai upaya antisipasi sebelum curah hujan yang tinggi membawa banjir lahar dingin yang lebih besar," katanya di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, dirinya sudah memberikan instruksi kepada Dinas Pekerjaan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Balai Besar Sungai Serayu dan Opak untuk memasang 3.000 hingga 4.000 bronjong di kawasan permukiman.

"Bronjong dengan ukuran sekitar 1x2 meter itu, telah tersedia sekitar 2.000 buah di Balai Sungai Serayu dan Opak, dan 10.000 buah di Dinas Pekerjaan Umum DIY," katanya.

Ia mengatakan saat ini masih ada waktu untuk memasang bronjong, karena curah hujan belum tinggi. Jika curah hujan tinggi memungkinkan larutnya lahar dari atas ke bawah.

"Saat ini curah hujan belum tinggi, sehingga kawasan permukiman di Kabupaten Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta yang terdampak aliran lahar dingin perlu segera dipasangi bronjong. Bronjong sebaiknya dipasang sekarang jangan menunggu setelah terjadi banjir lahar dingin," katanya.

Menurut dia, jika pemasangan bronjong kurang tinggi perlu ditinggikan lagi seperti benteng. Pokoknya kawasan permukiman diprioritaskan dan semua pihak perlu siaga untuk mengantisipasi jangan sampai rumah penduduk terkena banjir lahar dingin.

"Kawasan permukiman dipasangi bronjong itu penting. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo juga sudah mengatakan titik mana yang berpotensi bahaya banjir lahar dingin," katanya.

(L.B015*H010/M008)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011