Yogyakarta (ANTARA News) - Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Andi Sugiarto mengembangkan jam digital pengingat gosok gigi untuk anak.

"Alat itu terdiri atas beberapa komponen yang memiliki fungsi masing-masing, seperti jam digital, perekam suara alarm, dan pengeras suara atau `speaker`," kata Andi di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, jam digital berfungsi untuk menunjukkan waktu, perekam suara alarm untuk merekam bunyi alarm yang diinginkan, serta dua pengeras suara ("speaker") yang mengeluarkan bunyi alarm dalam waktu yang berbeda, misalnya pagi dan sore.

"Cara kerja jam digital itu tidak begitu rumit dan mudah digunakan oleh penggunanya. Langkah pertama, pengguna harus menentukan waktu yang tepat agar jam alarm berbunyi," katanya.

Ia mengatakan waktu tersebut ditentukan sesuai dengan waktu anak-anak menggosok gigi, misalnya pagi dan sore. Setelah waktu alarm ditentukan, tahap selanjutnya pengguna memilih suara alarm yang akan dibunyikan.

"Untuk suara alarmnya ada dua pilihan, yakni bisa menggunakan lagu anak-anak atau suara bapak dan ibu yang seakan-akan mengingatkan anaknya untuk gosok gigi yang direkam secara langsung dan berdurasi selama 15 detik," katanya.

Menurut dia, berhubung memiliki dua "speaker", maka suara alarm pagi akan berbunyi pada "speaker" sebelah kanan dan alarm sore pada sebelah kiri.

"Selain alat itu sangat berguna untuk mengingatkan anak menggosok gigi, dalam proses pembuatannya juga tidak memakan biaya yang mahal," katanya.

Ia mengatakan jam digital pengingat gosok gigi itu diharapkan dapat dikembangkan lebih baik lagi dan bermanfaat bagi orang tua yang memiliki segudang kesibukan dan rutinitas.

"Jam digital itu dapat dikembangkan lebih baik, sehingga benar-benar dapat membantu orang tua yang sibuk dengan pekerjaan untuk mengingatkan anak-anaknya dalam menggosok gigi demi kesehatan gigi dan mulutnya," kata Andi.

(L.B015*H010/M008)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2012