Sabtu, 1 November 2014

Kemendag konsultasi publik jelang pertemuan "IA-CEPA"

| 2.158 Views
id IA-CEPA, indonesia-australia, ri-australia, hubungan dagang ri-australia
....untuk menghimpun masukan-masukan yang positif dan konstruktif dari komponen daerah perbatasan ...."
Kupang (ANTARA News) - Direktur Hubungan Bilateral Kementerian Perdagangan Indonesia, Sri Nastiti Budianti, mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan konsultasi publik ke sejumlah daerah yang berbatasan langsung dengan Australia menjelang pertemuan "Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA)"

"Konsultasi publik itu untuk menghimpun masukan-masukan yang positif dan konstruktif dari komponen daerah perbatasan agar menjadi bahan rekomendasi dalam merumuskan point-point kerjasama pada pertemuan "IA-CEPA" yang akan dilaksanakan pada September 2012 di Jakarta," katanya di Kupang, Kamis.

Ujung dari pertemuan dagang antara Indodnesia-Australia itu adalah kelak banyak investor Australia yang mau berinvestasi di NTT dengan kepastian hukum serta didukung oleh kebijakan daerah yang ada.

"Dalam konteks investasi, pemerintah pusat dan daerah akan terus meningkatkan dialog dalam pengembangan investasi," katanya.

Kemendag katanya selama ini selalu berkomunikasi dengan kepala daerah seperti gubernur dan bupati yang memiliki investasi besar.

Ia menyebut data dari BKPMD NTT hingga akhir 2011, realisasi investasi untuk Penanaman Modal Asing (PMA) baru 8,4 persen dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 5,5 persen.

Realisasi itu terbilang sangat sedikit apabila dibandingkan dalam kurun waktu 41 tahun (1969-2010) dari 281 perusahaan modal asing dan modal dalam negeri menanamkan modalnya di Nusa Tenggara Timur.

Dari total perusahaan tersebut, sebanyak 151 perusahaan bergerak pada Penanaman Modal Asing (PMA) dan 130 lainnya merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Dengan total modal yang diinvestasikan untuk PMA mencapai 600 juta Dollar AS dan untuk PMDN mencapai Rp18,6 triliun.

"Hingga akhir 2010 dari total perusahaan itu termasuk rencana total dana yang diinvestasikan, realisasinya baru 107 perusahaan atau hanya sekitar 38 persen dari total perusahaan yang memegang surat persetujuan penamaman modal dan surat izin prinsip," katanya.

Jadi dari 107 perusahaan itu, 19 perusahaan merupakan PMA dan sisanya (88) perusahaan dengan realisasi investasi untuk PMA sebesar 50,5 juta Dollar AS atau sebesar 8,4 persen dan PMDN sebesar Rp1,1 triliun atau mencapai 5,5 persen.

"Perusahaan-perusahaan dengan total dana yang diinvestasikan itu, tersebar di 21 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur, sehingga perlu mendapat dukungan dari seluruh masyarakat di wilayah ini agar investor senantiasa merasa aman dan nyaman dilokasi investasi," katanya.

(ANTARA)

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga