Sangatta (ANTARA News) - Sebanyak tiga ratus anggota Polisi dan Polres dan anggota Polsek Sangatta, bersama anggota TNI AD Kodim 0909/SGT, serta puluhan anggota Satpol PP Pemkab Kutai Timur Kalimantan Timur, masih siaga di beberapa titik tertentu untuk mengantisipasi penyerangan warga penduduk asli terhadap rumah salah seorang tersangka pengeyorokan, di wisma pelacuran Kampung Kajang pada Rabu malam.

"Kami menurunkan sekitar 300 lebih personil Polisi bersama puluhan anggota Kodim serta Satpol PP untuk tetap menjaga dan mengawal situasi yang sudah berangsur kondusif," kata Kapolres Kutai Timur Kaltim, AKBP Budi Santoso melalui Kabag Ops Polres Kutai Timur, AKP Marudin Sihombing, Kamis malam pukul 22.30 Wita.

Menurut Kabag Ops Marudin Sihombing, secara umum kondisi di lokasi kejadian mulai kondusif, namun masih ada riak-riak kecil, makanya tetap kita kawal dan ditangani.

Kabag Ops Marudin Sihombing bersama dengan ratusan personil menggunakan tiga unit mobil truk berada di tengah-tengah kerumunan massa, saat puluhan warga yang menggunakan senjata tajam menuju kilometer 01 Sangatta Selatan, untuk membongkar rumah pelaku pengoroyokan.

Sebelumnya, sekitar pukul 20.00 Wita, Kamis malam puluhan orang warga penduduk asli Kutai melakukan penyerangan ke lokasi pelacuran tempat kejadian pengoroyokan, namun aparat keamanan berhasil melakukan pendekatan dan mengurungkan niat mereka dan kembali berkumpul di salah satu rumah penduduk setempat.

Hingga berita ini ditulis, pukul 01.00 Wita, massa yang berjumlah puluhan orang masih kumpul di rumah salah satu tokoh masyarakata mereka untuk membahas langkah-langkah dan mendesak polisi menangkap tiga orang pelaku yang hingga kini masih buron.

Sedangkan aparat kepolisian dan sejumlah intel dari Kepolisian maupun intel dari Kodim berpakaian sipil terus memantau perkembangan dan situasi terkini.

Beberapa anggota polisi mengatakan sejak awal kejadian, yang mengakibatkan seorang warga masuk rumah sakit, terus bertugas dan berjaga-jaga, hingga tidak bisa tidur nyenyak dan tidak makan enak karena terus siaga di lokasi.

"Kami terus siaga mulai malam hingga siang dan malam lagi di lokasi karena takut terjadi apa-apa, makanya siaga terus," kata petugas keamanan yang tidak bersedia identitasnya ditulis.

Sumber lain di Kepolisian menyebutkan, Jumat (7/6) akan dilakukan mediasi di Polres, antara keluarga tersangka dengan pihak keluarga korban, pada jam yang belum ditahui. (ANT)