Jumat, 24 Oktober 2014

Pabrik kayu terbakar, ratusan karyawan terancam kehilangan pekerjaan

| 2.369 Views
id pabrik pengolahan kayu, terbakar, ratusan karyawan, terancam kehilangan pekerjaan, banjarnegara jateng
Sekarang hanya bisa menunggu keputusan dari pemilik pabrik apakah kami akan tetap bisa bekerja atau menganggur? Harapan kami pabrik ini dapat segera beroperasi kembali agar kami dapat bekerja lagi,"
Banjarnegara (ANTARA) - Sekitar 600 karyawan dan buruh UD Kartikasari, Desa Prigi, Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara, Jawa Tengah, terancam kehilangan pekerjaan akibat kebakaran yang melanda pabrik pengolahan kayu tersebut pada Kamis.

"Kami tidak tahu nasib kami selanjutnya. Namun, mudah-mudahan pabrik pengolahan kayu kualitas ekspor ini dapat kembali beroperasi karena diasurasikan," kata salah satu karyawan, Susi.

Karyawan lainnya, Dyah mengaku pasrah atas kebakaran yang melanda tempat dia bekerja. Menurut dia, seluruh karyawan saat ini masih menunggu keputusan manajemen terkait kelanjutan operasional perusahaan.

"Sekarang hanya bisa menunggu keputusan dari pemilik pabrik apakah kami akan tetap bisa bekerja atau menganggur? Harapan kami pabrik ini dapat segera beroperasi kembali agar kami dapat bekerja lagi," katanya.

Sekretaris Desa Prigi Rihono mengatakan bahwa jumlah pekerja pabrik pengolahan kayu ini sekitar 600 orang yang terdiri atas karyawan tetap dan buruh.

"Sebagian besar pekerja merupakan warga sekitar pabrik. Kami hanya bisa pasrah dan berdoa, semoga pabrik bisa segera beroperasi karena ini menyangkut nasib ratusan pekerja," katanya.

Sementara itu, manajemen UD Kartikasari belum bisa dikonfirmasi terkait dengan kebakaran yang melanda pabrik pengolahan kayu kualitas ekspor itu.

Hingga pukul 21.00 WIB, kebakaran di pabrik pengolahan kayu yang berada di tepi Jalan Raya Banjarnegara-Wonosobo (jalur tengah Jateng penghubung Banyumas-Secang, red.) belum dapat dipadamkan meskipun telah dikerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran dari tujuh unit yang diterjunkan karena salah satunya mogok dalam perjalanan menuju lokasi.

Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara M. Zuhri mengakui bahwa dua unit mobil pemadam kebakaran yang didatangkan dari Banjarnegara kondisinya sudah tua.

Bahkan, kata dia, salah satu mobil pemadam kebakaran mogok dalam perjalanan menuju lokasi pabrik pengolahan kayu yang terbakar.

Oleh karena itu, lanjut dia, BPBD Banjarnegara berkoordinasi dengan kabupaten tetangga sehingga mendapat bantuan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Purbalingga dan empat unit dari Wonosobo.

"Kami akan mengusulkan pengadaan mobil pemadam kebakaran pada pemerintah karena ini berkaitan dengan kedaruratan bencana," katanya.

Seperti diwartakan sebelumnya, kebakaran yang melanda UD Kartikasari terjadi sejak pukul 14.30 WIB akibat adanya ledakan di tungku pembakar sampah sehingga menimbulkan percikan api yang akhirnya membakar tumpukan kayu di tempat itu.

Salah satu staf UD Kartikasari, Sadiyah, mengaku bahwa dirinya melihat seorang karyawan bagian "Blower" membuka pintu tungku untuk dibersihkan.

"Tiba-tiba tungku itu meledak dan percikan apinya menyambar tumpukan kayu di depannya. Apinya semakin membesar dan merambat ke gudang yang ada di sebelah barat dan gudang di bagian atas," katanya.

Menurut dia, api selanjutnya membakar semua tumpukan kayu di dalam gudang, seluruh mesin, dan kayu olahan siap ekspor.Kerugian yang diderita UD Kartikasari akibat kebakaran itu diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

(KR-SMT/D007)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga